Powered by Blogger.

Pemanfaatan Sinar UV-C Yang Benar Untuk Hindari Efek Samping

Pemanfaatan Sinar UV-C Yang Benar untuk Hindari efek samping perlu kita ketahui sebelum menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau selama ini saya hanya mengenal sinar UV-A dan UV-B saja, tapi sejak pandemi sering mendengar kata sinar UV-C yang katanya bermanfaat sebagai alat desinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme.


Pandemi yang sedang terjadi memang membuat orang panik dan lebih menjaga kesehatan serta kebersihan diri maupun lingkungan. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah virus adalah adanya perilaku hidup sehat dan manajemen kesehatan lingkungan seperti pencahayaan, sirkulasi udara, pengaturan suhu dan rekayasa teknologi.

Bicara soal rekayasa teknologi, 25 Agustus 2020 lalu saya mengikuti Diskusi Virtual Pemanfaatan Teknologi UV-C yang diadakan Signify melalui aplikasi zoom. Dari diskusi ini saya jadi tahu informasi penting mengenai sinar UV-C yang tadinya masih asing di telinga.


Mengenal Sinar UV-C


Sinar UV itu ada tiga yaitu Sinar UV A, Sinar UV B dan sinar UV C yang membedakan adalah panjang gelombang, tingkat energi dan paparannya.

Pengertian sinar UV C adalah sinar UV yang mempunyai panjang gelombang dari 100 hingga 280 nm yang diukur menggunakan optical spectrum analyzer atau optical wavelength.

Manfaat sinar UV C ini biasanya digunakan untuk mensterilkan sesuatu guna mencegah penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh mikro organisme seperti influenza, tuberculosis, sampai  COVID-19 yang sedang melanda seluruh negeri saat ini.

UV C juga asalnya dari sinar matahari namun sinarnya pendek sehingga tidak sampai ke permukaan bumi karena tertutup oleh lapisan ozon. Oleh karena itu diperlukan rekayasa teknologi agar dapat memanfaatkan sinar UV C tersebut.

Meskipun rekayasa sinar UV C ini bermanfaat sebagai desinfeksi, namun efek samping sinar UV C ini perlu kita ketahui supaya lebih berhati-hati dalam penggunaannya karena jika terpapar secara langsung dapat menyebabkan dampak negatif pada kulit serta mata.

Melalui Webinar yang saya ikuti ini, Signify ingin mengedukasi masyarakat tentang aspek keselamatan dalam pemanfaatan teknologi UV C dengan menghadirkan pembicara yang ahli di bidang kesehatan masyarakat, biomedical optics dan perlindungan konsumen.




Cara Aman Memanfaatkan Teknologi UV C


Signify atau biasa dikenal dengan Philips Lighting merupakan perusahaan terdepan dalam industri lampu dan memberikan produk, sistem, dan pencahayaan berkualitas tinggi juga sudah menggunakan teknologi UV-C sejak lama untuk mendesinfeksi udara, air, dan permukaan.

Rami Hajjar selaku Country Leader Signify Indonesia mengingatkan pada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati dalam memilih dan menggunakan produk UV C. Produk UV-C dari Signify menggunakan panjang gelombang 254nm yang sangat efektif untuk melumpuhkan DNA dan RNA dari mikro-organisme.

Cara kerja sinar UV-C dalam melumpuhkan mikro-organisme adalah dengan menguraikan DNA & RNA mikro-organisme sehingga tidak lagi dapat bereproduksi.

Pencahayaan sinar UV C saat ini sudah digunakan di berbagi tempat umum seperti rumah sakit, bank, perkantoran dan tempat lainnya. Nah, supaya aman menggunakan produk ini ada beberapa syarat yang perlu dipatuhi dan diperhatikan supaya tidak ada dampak terhadap kulit dan mata, yaitu :

  • Ketika lampu sinar UV C diaktifkan tidak boleh ada orang di ruangan tersebut supaya dapat mensterilkan ruangan lebih maksimal dan tidak terpapar sinar radiasi.
  • Harus menghindari paparan langsung sinar UV C.
  • Sebelum menggunakan sebaiknya membaca petunjuk pemakaian terlebih dahulu.
  • Sesuaikan produk dengan kebutuhan dan luasnya ruangan.
  • Jika akan digunakan di rumah pilih produk yang sesuai dan khusus karena tidak semua produk dapat digunakan di rumah.

Menurut Dr. rer. nat. Aulia sinar UV-C biasanya digunakan untuk mendesinfeksi udara dan permukaan tetapi perlu memperhatikan berapa banyak cahaya radiasi yang akan diterima permukaan yang akan disinari, jarak sumber cahaya dengan objek penyinaran serta lama penyinarannya. Setelah sinar dimatikan ruangan bisa segera digunakan lagi dan aman untuk kesehatan.

Meskipun UV-C  sudah banyak dijual di pasaran dan manfaatnya bisa digunakan oleh masyarakat menurut YLKI masih diperlukan edukasi terhadap konsumen untuk menghindari efek samping yang terjadi karena tidak digunakan dengan benar seperti mencari informasi sebanyak mungkin dari sumber yang terpercaya, membaca label serta melakukan pengaduan ke produsen jika produk yang diterima tidak sesuai.

Rekayasa Teknologi melalui UV-C bisa membantu menghentikan penyebaran mikroorganisme namun kita juga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan berperilaku hidup sehat seperti memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak dengan orang lain serta lebih sering mencuci tangan.

Walaupun suatu ruangan sudah menggunakan UV-C bukan berarti kita tidak membersihkan ruangan tersebut lho, karena menjaga kebersihan juga salah satu cara mencegah penyebaran virus dan mikroorganisme.

Saat ini kita hidup beriringan dengan virus tetapi pastikan "Selalu Waspada Tidak Lebay Jangan Abai" agar senantiasa sehat dan terjamin kemaanan selama beraktivitas.








15 comments

  1. Oh jadi UV C ini utk mensterilkan ruangan / peralatan ya..dan tidak untuk dipaparkan ke orang ya.. Kalau begitu harus benar2 hati dalam penggunaannya ya mba .

    ReplyDelete
  2. Aku baru tahu Mbaaaa, ternyata Produk UV-C dari Signify menggunakan panjang gelombang 254nm yang sangat efektif untuk melumpuhkan DNA dan RNA dari mikro-organisme.
    Wahh ini bermanfaat banget ya

    ReplyDelete
  3. Edukasi seperti ini memang penting banget. Apalagi efek samping lampu UV-C juga gak bisa dianggap remeh. Jadi masyarakat harus paham dulu manfaat dan risikonya

    ReplyDelete
  4. Padahal kita pakai sunscreen buat mencegah pengaruh buruk sinar UV ya, sekarang malah didekatin ke kita hahaha.

    Saya pertama kali tahu tentang ini, pas ke mall, kirain mau disemprot gitu dalam kotak, tapi pas lewat kok ga basah.
    Pas saya baca di luarnya oh ternyata pakai sinar UV, saya intip sih memang sinarnya kecil banget sih ya, dan beruntung saya lewat nggak nengok ke atas.

    Semoga pandemi ini segera berakhir ya, dan si virus nakal bisa segera kita taklukan, aamiin

    ReplyDelete
  5. Wahh mba daging banget ini infonya, jujur jadi tau sedikit tentang UV-C ini dan hubungannya tentang covid-19.. makasih yah mba...

    ReplyDelete
  6. Mba,teknologi UV-C ini berarti dijual bebas gitu ? Kalau iya dimana dan harga berapana mba ?

    ReplyDelete
  7. Asal tetap jaga jarak, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta tidak berada dalam kerumunan, insya allah kita terjaga dari pandemi ini

    ReplyDelete
  8. Harus berhati-hati penggunaannya ya.
    Harus paham bahwa sinar UV-C biasanya digunakan untuk mendesinfeksi udara dan permukaan tetapi perlu memperhatikan berapa banyak cahaya radiasi yang akan diterima permukaan yang akan disinari, jarak sumber cahaya dengan objek penyinaran serta lama penyinarannya.

    Gak boleh kebablasan berarti.

    ReplyDelete
  9. Nah iya aku juga lebih sering dengar sinar UVA dan UVB itupun karena sunscreen hehe, ternyata ada UVC jugak

    ReplyDelete
  10. Baru tahu aku dengan sinar UV C ini. Tahunya cuma UV A dan UV B. Ada bahayanya, tapi bagus juga manfaatnya ya UV C ini. Asal dengan teknologi yang tepat yang sudah dikembangkan para ahli. Semoga banyak yang mendapatkan manfaatnya.

    ReplyDelete
  11. Ternyata UV-C ini enggak boleh terkena langsung ke manusia yaa.. dari kemarin aku baca tuh kok ya ga paham-paham soal ini hehehee... Hanya bisa didapatkan melalui rekayasa teknologi yaaa..

    ReplyDelete
  12. Perlu banget ya Mbak kita menjaga kesehatan apalagi di saat pandemi kayak gini Semoga kita semuanya sehat dan mampu mengalami masa sulit ini

    ReplyDelete
  13. Sinar UV-C, kalau digunakan dengan benar, justru bisa memberikan manfaat yaa.. penting nih edukasinya. Biar banyak yang tahu.

    ReplyDelete
  14. jadi sebaiknya tanya yang lebih paham sebelum mau pakai produk dengan UV C dirumah gitu ya mba?

    ReplyDelete
  15. baru tau nih ada sinar UV C
    selama ini cuman tau UV-A dan UV-B.
    ternyata banyak manfaatnya ya... terima kasih atas sharingnya ya mbak

    ReplyDelete