Waktu dikabari mata Pascal luka saat di sekolah, rasanya takut sekali mendengarnya. Gimana kalau ada apa-apa dengan matanya. Allhamdulillah setelah diperiksa oleh dokter mata, hanya perlu dijahit kelopak matanya saja yang sobek. Tapi yang mengerikan itu kok dijahitnya di ruang operasi ya. 

Kekhawatiran saya pastinya juga akan dirasakan oleh orangtua lainnya kalau anaknya mengalami musibah seperti itu. Mata itu sebagai jendela dunia untuk bisa melihat apapun. Makanya saya menjaga betul kesehatan mata anak-anak karena perjalanan mereka masih jauh untuk menggapai cita-citanya.

Sebenarnya menjaga kesehatan mata untuk menghindari gangguan penglihatan itu penting sekali, karena jika seseorang mengalami gangguan penglihatan otomatis akan mengalami penurunan tajam penglihatan normalnya.


Tanda-tanda gangguan penglihatan


Untuk mengenali gangguan penglihatan bisa mengecek melalui tanda berikut ini :
  • Mengalami nyeri dan bengkak pada mata
  • Jangan abaikan mata merah
  • Sakit kepala juga ternyata salah satu tanda adanya gangguan penglihatan
  • Saat sore hari mengalami penurunan penglihatan
  • Ada bintik putih di orang-orangan mata
  • Terjadi penurunan tajam penglihatan

Hari Penglihatan Sedunia



Oh ya, bicara soal gangguan penglihatan, Selasa (2/10) lalu saya menghadiri Media Briefing "Mata Sehat Untuk Semua" dalam rangka hari Penglihatan Sedunia 2018 di Kemenkes RI, Jakarta. Pada kesempatan tersebut ada 3 nara sumber yang hadir untuk memaparkan mengenai kesehatan mata yaitu dr. Anung Sugihantono, M.Kes – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. M. Sidik, Sp.M – Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dan dr. Aldiana Halim, Sp.M(K) – Wakil Ketua KOMATNAS



Gangguan penglihatan yang paling berat adalah mengalami kebutaan dimana penyebabnya terdiri dari dua jenis yaitu secara perlahan-lahan seperti katarak dan kelainan mata seperti Glaukoma, retinopati, Diabetikum, Retinopathy of Prematurity (ROP), dan low vision. Mengenai katarak saya juga baru tahu kalau penyakit tersebut adalah penyebab terbesar dari kebutaan di Indonesia. Penyakit katarak banyak dialami oleh lansia. Dan sinar UVB sebagai salah satu penyebabnya. Upaya yang dilakukan oleh Kemenkes untuk menghindari Katarak adalah dengan membagikan kacamata dan topi bagi para pekerja yang bekerja di luar ruangan seperti petani dan nelayan.

Makanya teman-teman jangan ragu untuk menggunakan kacamata hitam, topi atau payung jika berada di bawah terik matahari ya untuk menghindari gangguan penglihatan. Karena gangguan tersebut akan datang dikemudian hari.

Menurut data WHO ada lebih dari 285 juta penduduk dunia yang mengalami gangguan penglihatan dan 39 juta diantaranya mengalami kebutaan. Dari situlah WHO menetapkan pada hari Kamis minggu kedua bulan Oktober sebagai World Sight Day (WSD) atau hari Penglihatan Sedunia sejak tahun 1999.

Tujuan dicanangkannya Hari Penglihatan Sedunia adalah untuk mengkampanyekan agar seluruh dunia memusatkan perhatian pada isu global tentang gangguan penglihatan dan kebutaan.


Peluncuran SIGALIH


Puncak Acara Hari Penglihatan Sedunia tahun 2018 ini dilaksanakan pada 11 Oktober 2018 di Surabaya dengan peluncuran SIGALIH oleh Menteri Kesehatan.

SIGALIH atau Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional adalah aplikasi untuk mencatat kesehatan mata sebelum pengambilan keputusan pengobatan dan pencegahan.
Manfaat dari SIGALIH ini adalah bagi Posbindu untuk meningkatkan upaya pencegahan gangguan penglihatan dengan deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat. Sedangkan bagi Puskesmas dan Rumah Sakit untuk meningkatkna layanan kesehatan mata dengan informasi dan koordinasi bagi pelayanan lanjutan pasien.


Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Dengan Hitung Jari


Nah, teman-teman juga bisa mendeteksi gangguan penglihatan bagi diri sendiri dan orang sekitar melalui metode Hitung Jari dengan cara :

  1. Berdiri di ruangan terbuka dengan pencahayaan yang terang, lalu berdiri 6 meter dari orang yang akan dicek matanya.
  2. Tutup sebelah mata secara bergantian kanan dan kiri sambil mengacungkan jari setinggi mata orang yang sedang diperiksa agar bisa terlihat dan menghitung jumlah jari tersebut.
  3. Jika orang tersebut salah dalam menghitung jari lebih dari 2 kali tandanya mengalami gangguan penglihatan dan segera menghubungi dokter mata terdekat.
Cukup mudah bukan cara mendeteksinya dan bisa dilakukan secara rutin di rumah. Pada prinsipnya lakukan LIHAT yaitu :
  • Lakukan pemeriksaan mata di Posbindu
  • Identifikasi gangguan tajam penglihatan oleh kader
  • Hitung Jari jarak 6 meter
  • Antarkan ke fasilitas kesehatan bila tidak bisa menghitung jari
  • Terapi bila didiagnosa katarak melalui operasi mata.
Pemerintah juga melalui Kementerian Kesehatan menghimbau Instansi Pemerintah, sektor swasta dan seluruh lapisan masyarakat mendukung serta berpartisipasi dalam Hari Penglihatan Sedunia untuk mencegah kebutaan sejak dini. Karena kebutaan akan menurunkan produktivitas dan kualitas masyarakat serta mengalami kerugian ekonomi.