Powered by Blogger.

Sektor Swasta Bantu Optimalkan Kesehatan Masyarakat

Pakai kacamata hitam identik dengan gaya, padahal fungsinya untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.


Awalnya saya juga merasa malu kalau pakai kacamata hitam, tapi setelah tau manfaatnya yang besar perasaan itu harus dibuang jauh-jauh. Mengerikan sekali radiasi sinar UV yang masuk ke mata kita bisa berakibat buruk pada mata salah satunya penyakit katarak.

Bicara soal katarak ini adalah salah satu penyakit mata yang menjadi penyebab terbesar terjadinya kebutaan. Berdasarkan data WHO ada 3,5 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak. Sementara di Indonesia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sampai 30 Agustus 2018 ada 60% kasus kebutaan akibat katarak.


ciri-ciri katarak antara lain pada lensa mata terlihat keruh, ini sebenarnya penumpukan protein yang menyebabkan kaburnya pengelihatan. Penyebab katarak bisa bermacam-macam seperti usia, cedera, infeksi bahkan polusi dan paparan sinar matahari pun bisa jadi pemicunya.


Donasi Alat Operasi Katarak



Kalau sudah sangat mengganggu pengelihatan, katarak hanya bisa diobati  melalui operasi mata. Perdami (Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia) lewat seksi Penanggulangan Buta Katarak sering memberikan bantun operasi katarak pada mereka yang membutuhkan di berbagai daerah. Hanya saja mereka memerlukan banyak alat operasi katarak yang untuk melakukan tugasnya.

Untuk itulah BCA dari sektor swasta  membantu mengoptimalkan kesehatan masyarakat dengan memberikan bantuan berupa mikroskop sebagai alat operasi katarak pada Perdami. Simbolis penyerahan donasi tersebut dibuka oleh Bapak Suwignyo Budiman Direktur PT Bank Central Asia TBK pada hari Senin (24/9) di Break Out Area, Menara BCA, Jakarta.



Menurut beliau BCA sebagai institusi perbankkan ingin ikut serta memberikan perhatian untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Operasi katarak yang dilakukan oleh Perdami bukan hanya untuk masyarakat tidak mampu saja, tetapi juga untuk mereka yang membutuhkan dan tinggal di daerah terpencil dan tidak ada fasilitas di sekitar tempat tinggalnya.

Ibu Inge Setiawati sebagai Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA menyerahkan 2 buah mikroskop kepada Dr. Umar Mardianto, SpM(K) Ketua SPBK Perdami Pengurus Pusat dan 1 buah mikroskop kepada dr. Rio Rhendy, SpM Ketua SPBK Perdami Cabang DKI Jakarta.


Donasi Sarana Pengambilan Darah Donor



Bantuan juga diberikan kepada UTD PMI DKI Jakarta berupa 4 set Blood Scale & Mixer yang diserahkan pada Bapak Muhammad Ali Reza Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta.

Banyaknya darah yang dibutuhkan oleh PMI pastinya memerlukan alat proses pengambilan darah dari pendonor. Bantuan alat yang diberikan oleh BCA ini akan mempermudah dan mempercepat proses pengambilan darah sehingga kebutuhan kantung-kantung darah tercukupi untuk membantu mereka yang membutuhkan dan menyelamatkan hidup seseorang.



Bakti BCA Bersama Perdami dan PMI


Bakti BCA merupakan bentuk CSR yang diberikan oleh perusahaan pada masyarakat. Donasi yang diberikan untuk Perdami dan PMI kali ini bukan yang pertama. Hingga semester II tahun 2018 BCA dan Perdami sudah melakukan 32 kali operasi katarak di berbagai daerah dan 3000 operasi mata lainnya. Sedangkan bersama PMI, BCA sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 47 ribu kantong darah dari 103 kali penyelenggaraan donor darah. Saya pun pernah ikut berpartisipasi loh dalam donor darah di BCA.


Katarak banyak menimpa lansia, tapi ada pula bayi dan mereka yang masih muda terkena penyakit ini. Supaya tidak mengalami kebutaan akibat katarak ada baiknya kita membantu masyarakat sekitar untuk meminta mereka memeriksakan kondisi matanya, bisa dimulai dari anggota keluarga sendiri lho. Jangan lupa juga untuk melindungi mata dari sinar UV dan menjalani pola hidup sehat agar selalu sehat. Bagi mereka yang mampu menjalani donor darah yuk ikut serta mendonorkan darahnya karena setetes darah kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Saya sangat senang sekali jika banyak sektor swasta yang ikut melaksanakan CSR dibidang kesehatan seperti ini. Semoga instansi lainnya juga ikut tergerak.

No comments