Mencegah Pneumonia Pada Bayi dan Balita, Ingat Saja STOP Pneumonia

Mencegah Pneumonia Pada Balita, Ingat Saja STOP Pneumonia  - Setiap orangtua pasti khawatir ketika anaknya didiagnosa suatu penyakit apalagi jika si kecil masih bayi atau berusia balita. Kejadian ini menimpa bayi tetangga ortu saya. Tiba-tiba saja bayi yang baru dilahirkan beberapa hari tersebut demam dan napasnya terlihat sesak. Sedihnya nyawa bayi tersebut tidak dapat tertolong setelah didiagnosa Pneumonia.

Setiap 1 menit ada anak meninggal karena pneumonia. Setiap satu tahunnya di dunia ada 1 juta anak meninggal karena Pneumonia. Di Indonesia Pneumonia menjadi penyebab kematian tertinggi setelah prematur.

Data tersebut saya dapatkan ketika mengikuti webinar dalam rangka Hari Pneumonia Dunia (HPD) yang diselenggarakan oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Kantor Berita Radio KBR pada hari Kamis (12/11).  Pada webinar itu hadir beberapa narasumber yang menyampaikan informasi mengenai Pneumonia dan pengalaman tokoh-tokoh dalam merawat anaknya.

Mencegah Pneumonia

Kampanye STOP Pneumonia


Buat teman-teman yang tidak dapat melihat kegiatan online tersebut, berikut ini ada beberapa informasi penting yang dapat diterapkan dan dibagikan kepada siapa pun sebagai cara mencegah pneumonia pada balita maupun bayi. Apalagi anak-anak Indonesia memiliki hak hidup dan tumbuh kembang optimal, maka dari itu sebagai orangtua diharapkan tidak menyerah dalam melindungi, mencegah, dan mengobati anak yang kena pneumonia.

Save the Children Indonesia sebagai lembaga non profit sudah mengadakan kampanye STOP pneumonia sejak 2019 lalu. Mereka mempunyai tujuan untuk memberikan kampanye dan penyadaran akan pneumonia untuk melindungi anak Indonesia. 

Tahun ini acara yang diselenggarakan secara daring ini bertepatan dengan Hari Pneumonia Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional ke-56 yang jatuh setiap tanggal 12 November.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang meneruskan program Save the Children Indonesia melakukan kampanye terintegrasi yang menyasar pada perubahan perilaku guna mengatasi pneumonia pada anak ke masyarakat luas dengan melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, mobilisasi sosial dan kampanye parenting untuk menguatkan peran ayah di dalam keluarga.



Mengenal Pneumonia 

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si (Dokter Spesialis Anak) menjelaskan mengenai Pneumonia serta penyebab dan cara mencegahnya.

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh kuman, bakteri, virus atau jamur pada salah satu jaringan paru-paru.

📌 Bagaimana Pneumonia Dapat Menyerang?


Bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke saluran napas, hidung, paru dapat menyebabkan demam, pilek, batuk, dan sesak napas. Jika kekebalan tubuh rendah akan mengakibatkan paru rusak, napas sesak, dan oksigen berkurang yang menyebabkan menjadi sakit berat dan meninggal.

Menurut Prof Soedjatmiko di paru-paru terdapat kantong udara yang seharusnya berisi udara. Ketika seseorang  menderita pneumonia kantong udaranya berisi cairan atau nanah. Nah, kondisi seperti ini akan mengakibatkan gejala pneumonia seperti batuk, berdahak, sesak, dan demam. 

Dari gejala yang ada tersebut bisa menyebabkan pasien mengalami kekurangan oksigen sehingga sel-sel tubuh tidak bisa bekerja dengan optimal dan terjadi penyebaran infeksi. Kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan kematian.

📌 Kenapa Pneumonia Banyak Menyerang Bayi dan Balita 


Sebenarnya Pneumonia bisa menyerang siapa saja apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Tapi pada bayi dan balita Pneumonia paling banyak menyerang karena tingkat kekebalan tubuh bayi dan balita masih rendah.

Pada bayi yang tidak mendapatkan kecukupan gizi termasuk ASI, imunisasi yang tidak lengkap, berat bayi lahir rendah, mengalami penyakit kronis serta terlambat dalam pengobatan membuat risiko Pneumonia menjadi semakin tinggi.


📌 Cara Mencegah Pneumonia 

Merawat dan mengurus anak bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, dibutuhkan kerjasama ayah agar bayi dan balita terhindar dari berbagai penyakit termasuk Pneumonia.

Ayo, siapa yang suka gemas dengan bayi atau balita? Stop menciumnya ya kalau sedang batuk atau pilek. Sebagai orang dewasa harusnya mengerti akan hal ini tanpa si orangtua mengingatkannya.

Selain itu kita juga harus menggunakan masker dan sering cuci tangan serta berobat ke pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan jika sakit.

Supaya pernapasan bayi dan anak tidak terganggu rumah harus sering dibersihkan dari debu. Untuk ayah yang merokok sebaiknay stop dulu deh karena asapnya juga dapat mengganggu pernapasan anak dan menyebabkan pneumonia.


📌 STOP Pneumonia 


Ayah bunda untuk mencegah Pneumonia ada cara mudah untuk mengingat dan melakukannya yaitu dengan STOP Pneumonia :

stop pneumonia



Memberikan ASI Exclusive selama 6 bulan lalu ditambah dengan MPASI hingga 2 tahun merupakan salah satu cara mudah mencegah pneumonia pada bayi karena di dalam asi terdapat nutrisi yang lengkap dan status gizi  yang dapat memberikan kekebalan lebih kuat agar terhindar dari Pneumonia.

Imunisasi itu penting diberikan pada bayi dan anak. Untuk jenis imunisasi wajib apa saja yang harus diberikan dapat dilihat pada KMS atau Kartu Menuju Sehat karena di sana ada  penjelasan usia berapa saja imunisasi harus diberikan.

Prof Soedjatmiko juga menyarankan selama pandemi ini tetap berikan imunisasi pada bayi dan anak. Jangan menunggu pandemi selesai. Kalau terlambat melakukan imunisasi, segera dilengkapi supaya tidak mudah tertular.

Anak indonesia  merupakan calon penerus bangsa yang harus dapat tumbuh dan berkembang optimal, sehat, kuat, cerdas, ceria, kreatif dan berperilaku baik. Yuk bantu mencegah Pneumonia pada bayi dan balita!

Post a Comment

2 Comments

  1. Terimakasih insightny, mbak Lidya.
    Pneumonia ini silent killer juga pada balita, sangat bikin khawatir apalagi di masa pandemi gini. Adanya edukasi dan informasi gini bikin lega karena sudah bisa preventif dari awal dan tahu tindakan yang harus dilakukan.

    ReplyDelete
  2. Penting sekali ya bayi mendapatkan ASI hingga 6 bulan, ternyata untuk jangka panjang ya. Pneumonia ini berbahaya banget ya, untuk banyak yang memberikan edukasi seperti ini kepada masyarakat, jadi sedikit menambah wawasan baru soal pneumonia

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)