Powered by Blogger.

Kampung Anak Sejahtera Solusi Untuk Mengatasi Stunting Pada Anak

"Kok berat badannya gak naik-naik ya?" Bila bayi mengalami hal tersebut bisa jadi berada di kondisi stunting.

Stunting atau biasa disebut dengan gagal tumbuh merupakan kondisi dimana anak tidak mengalami penambahan berat badan dalam kurun waktu 3 bulan sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat.


Teman-teman pernah dengar kata stunting kan akhir-akhir ini? Penyebabnya adalah karena mengalami kurang gizi kronis. Kalau dilihat dari proporsi tubuhnya terlihat normal tapi biasanya pada kenyataannya lebih pendek dari tinggi badan anak-anak normal seusia. Stunting juga bisa disebabkan oleh pemberian makan dan kualitas makanan yang buruk, tidak ada akses pelayanan kesehatan serta tidak menerapkan hidup bersih dan sehat sehingga sering mengalami infeksi.

Ternyata efek stunting bukan hanya akan mengalami gagal tumbuh saja, tapi otaknya juga bisa kurang berkembang sehingga akan mengalami kesulitan belajar saat sekolah nantinya serta bisa meningkatkan risiko penyakit kronis.

Gak mau kan kalau punya anak gagal tumbuh? Makanya para ibu harus mengonsumi makanan yang bernutrisi selama hamil dan menyusui serta ditambah dengan pemberian ASI eksklusif. 

Sayangnya masih banyak masyarakat yang masih belum mengerti cara mengatasi stunting, padahal hal tersebut bisa berdampak pada kehidupan anak-anak di masa mendatang. Berdasarkan data Pemantau Status Gizi (PSG) Kemenkes 2018 stunting di Indonesia mencapai 29,6%. Dari data tersbut WHO juga menyebitkan kalau kondisi kesehatan masyarakat Indonesia tergolong kronis karena prevalensi stunting lebih dari 20%.


Kampung Anak Sejahtera (KAS)



Untuk itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang bekerjasama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) mencanangkan Kampung Anak Sejahtera (KAS) untuk melindungi dan memenuhi hak-hak anak di bidang kesehatan.

Program KAS ini sudah diluncurkan di Magelang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Pandeglang. Pada hari Senin (1/10) lalu dicanangkan juga Kampung Anak Sejahtera di Desa Cibatok 2, Kabupaten Bogor.



Dipilihnya Desa Cibatok 2 sebagai Kampung Anak Sejahtera karena Desa Cibatok 2 adalah desa model dari 10 desa yang terpilih untuk mengatasi stunting. Di desa ini ditemukan ada 11 anak yang mengalami stunting menurut Kepala Desa setempat. Diharapkan dengan launchingnya KAS bisa menanggulangi masalah kesehatan yang ada di desa tersebut.

Kampung Anak Sejahtera merupakan sebagai indikator  Kabupaten Bogor menjadi Desa Layak Anak, dimana kota yang bisa menurunkan bahkan menghilangkan kekerasan pada anak dan bisa melindungi hak-haknya termasuk dalam bidang kesehatan.

Program Kampung Anak Sejahtera tersebut diresmikan di Kantor Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh Bapak Hendro Utomo (Founder FOI), Kepala Desa Cibatok Dua, Bapak Abdurrohim, S.IP; Camat Cibungbulang, Bapak Yudi Nurzaman, SH, M.M; Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kemen PPPA RI, Bapak Drs. Hendra Jamal, M.Si; serta Staf Pengajar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Ibu Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si.



Oh ya waktu kami ke desa tersebut sempat salah jalan, tapi berdasarkan map kalau menuju kantor Kepala Desa juga bisa melalui jalan yang kami lalui. Dari situ saya bisa melihat kondisi perekonomian masyarakat desa yang mengandalkan perkebunannya. Di sepanjang jalan bisa ditemui berbagai pohon-pohon yang hasilnya bisa dijual atau dikonsumsi sendiri untuk memenuhi tingkat gizi keluarga.

Makanya tidak heran kami pun disuguhi aneka makanan yang dihasilkan dari kebun para warga sendiri. Ada kacang rebus, jagung rebus, singkong, keripik, sampai pisang rebus. Jangan dilihat dari penampilannya yang sederhana, makanan-makanan tersebut mengandung gizi baik loh dan rasanya pun enak, saya sampai ketagihan dan nambah-nambah terus. Saya juga melihat ada rangkaian buah dan sayur yang dihias di meja. Ada selada yang hijau segar tertanam di dalam pot plastik kecil dan aneka sayuran lainnya.




Dalam menanggulangi masalah kesehatan yang ada di desa tersebut, menurut Kepala Desa dibantu oleh para kader yang mengedukasi dan membantu warga agar bisa memenuhi gizi seimbang. Pak Camat Cibungbulang juga mengatakan bahwa kalau makan itu jangan asal kenyang saja tetapi harus memperhatikan nutrisinya.


Penuhi Gizi Anak mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)


Untuk mengatasi masalah stunting masyarakat perlu tahu mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 1000 HPK ini berdampak pada kecerdasan dan kesehatan permanan pada anak dan sulit diperbaiki jika sudah terjadi. Dampak jangka panjang juga akan mengancam salah satunya stunting

Ada beberapa kelompok yang perlu diedukasi tentann 1000 HPK ini diantaranya adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak. Karena kehidupan seorang anak akan dimulai dari dalam kandungan, makanya nutrisinya perlu diperhatikan sebelum hamil. Begitu pula setelah melahirkan, lakukan IMD atau Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI Eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi.

Yuk dukung Indonesia agar terbebas dari stunting dan menjadikan Kota Layak Anak melalui Kampung Anak Sejahtera.


Website : foodbankindonesia.org | Twitter: @FoodBankID | Instagram: @FoodBankID

25 comments

  1. Keren nih program kalau ad di kampung aku juga

    ReplyDelete
  2. Dengan banyaknya blogger yang menulis tentang "stunting" aku pribadi semakin bertambah nih wawasannya.
    Diingatkan lagi betapa pentingya 1000 hari pertama itu!
    Dari zero menjadi hero tentang "stunting"
    Semoga...

    ReplyDelete
  3. Wah berarti udah mulai saat ibu hamil, nutrisi makanannya harus diperhatikan ya, saat menyusui juga untuk menghindari stunting pada anak.
    Btw aku juga suka makanan serba rebus seperti pisang rebus, singkong rebus, kacang rebus. Semua sukaaa :)

    ReplyDelete
  4. Mba jika anak tumbuh normal hingga usia satu tahun, namyn pas 14 bulan perkembangan lamban apa masuk golongan stanting

    ReplyDelete
  5. waaah ini Lia ikutan program yang menjadi bahan laporan kita di PBB! Stunting memang harus diatasi dengan serius karena dampaknya yg luar biasa

    ReplyDelete
  6. Di Kendari jg lagi genjot Kota layak anak ini Mbak.
    Duuh, takut banget saya Mbak dgn stunting itu. Makanya slalu dag dig dug klo bawa bocah timbang BB. Huhuhuh.

    ReplyDelete
  7. pengen makan jagung dan pisang rebusnya deh, hehehe :)

    ReplyDelete
  8. Dlu kayaknya istilah stunting belum begitu populer ya mba. Jadi kalau ada yang pendek dari usianya ya masih dianggap wajar. Padahal teryata stunting berbahaya bagi perkembangan otak ya. Nah ini nih yang harus dicegah

    ReplyDelete
  9. Kakak2 ku nih slalu perhatian sama anak2nya agar tidak stunting. Asi full dan juga nimbangin anaknya sampai usia 5 tahun biar tahu perkembangan tiap bulannya

    ReplyDelete
  10. program2 kayak begini bagus untuk terus di sosialisasikan dan dibantu agar merata gak ada lg anak stunting di perkampungan2 atau desa-desa

    ReplyDelete
  11. Program KAS seperti ini mesti didukung oleh kita semua,apalagi anak-anak khan generasi penerus bangsa, anak sehat bebas stunting tentunya berpengaruh pada pembangunan negara

    ReplyDelete
  12. MasyaAllah keren banget program ini. Semoga program nya sukses dan bisa dijalankan di banyak desa lagi.

    ReplyDelete
  13. sejak zaman presiden jokowi dan jusuf kalla program pencegahan stunting memang besar besaran dilakukan termasuk kegiatan pencegahan stunting dari kampung seperti ini... karna setau saya visi misi program pencegahan stunting memang ingin mengkampanyekan gerakan sadar stunting dari wilayah 3T

    ReplyDelete
  14. Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas anak2 kita..oleh karena itu penting sekali masalah pencegahan stunting ini ya mba..

    ReplyDelete
  15. Bagus programnya yaa mak.. Stunting memang harusnya sudah jadi isu penting disemua masyarakat, lingkungan rumah, sekolah. Bukan cuma tanggung jawab ortu.

    ReplyDelete
  16. Program yg luar biasa kalau digalakkan dengan baik. OOT perasaan bunda udah komen deh.

    ReplyDelete
  17. Program kereeen untuk mencegah stunting, nih!

    ReplyDelete
  18. Kadang cemas takut anak kena stunting karena makannya susah, mamae sampai jungkir balik ngasi makannya huhu

    ReplyDelete
  19. Memang lagi ramai nih bicara soal stunting.
    Jadi parno sendiri kadang, Salfa stunting pa nggak

    ReplyDelete
  20. Sis, abis ini KAS mau launching dimana lagi ya :D

    ReplyDelete
  21. Berharap program kayak gini ada banyak di daerah lain

    ReplyDelete
  22. Keren nih programnya. Jangan lupa kasih susu, karena anak2 di desa kurang minum susu.

    ReplyDelete
  23. Masalah stunting harus benar-benar diselesaikan ya lid..soalnya anak-anak bakal jadi generasi di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  24. Penting banget ya ini untuk lebih jauh memberantas stunting pada anak-anak

    ReplyDelete
  25. Bener juga ya kalo ada kampung anak sejahtera di setiap desa, harusnya stunting bisa teratasi. Semoga prakteknya bisa di desa terpencil juga

    ReplyDelete