Kalau Tahu Tips Ngemil Bijak Ini, Gak Takut Lagi Makan Camilan

Kalau Tahu Tips Ngemil Bijak Ini, Gak Takut Lagi Makan Camilan. Kalau sudah di depan laptop atau menonton film seri kesukaan, saya suka lupa waktu hingga ada warning dari suara perut yang berbunyi keroncongan. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, pantas saja perut ini sudah menagih haknya. Saya pun meninggalkan laptop di meja sambil mengambil sedikit camilan sebagai ganjel perut sambil menunggu waktu makan siang tiba.

Ngemil Bijak


Suara keroncongan dari perut merupakan tanda perut sedang bekerja walaupun dalam keadaan kosong. Perlu diketahui bahwa semua organ pencernaan kita tetap bekerja  kendati perut kosong- Hellosehat.com

Penampilan meja kerja saya sehari-hari pun hanya ada laptop, notes, pulpen dan botol air minum. Lho, toples berisi camilan di mana? Dari dulu memang kebiasaan saya bekerja di depan laptop tanpa ngemil, paling kalau haus saja minum supaya tidak dehidrasi.

Buat saya kerja, ngemil, dan makan adalah kegiatan yang harus dilakukan secara terpisah dan masing-masing mempunyai waktunya sendiri. 

Ada yang bilang ngemil itu gak baik bisa bikin berat badan menjadi naik. Ayo, siapa yang selama pandemi ini di rumah aja makin melebar? Oops, sebenarnya saya juga naik kok berat badannya, tapi berusaha menjaga aja dengan olahraga walaupun godaan untuk melewatkannya sangat besar. 

Baca juga :


Manfaat Ngemil


Camilan merupakan makanan yang dikonsumsi dalam porsi kecil dan dimakan diantara dua waktu makan yaitu sebelum makan siang dan sebelum makan malam.

Dulu saya kurang suka makan camilan, yang penting makan aja tiga kali sehari, tapi kadang membuat saya makan utama lebih banyak, padahal makan itu seharusnya secukupnya aja.

Waktu diopname di rumah sakit, saya memperhatikan kalau pasien itu diberikan 3 kali makan utama dan 2 kali snack. Dari situ saya jadi sadar ternyata camilan itu penting dikonsumsi sehari-hari dan menjadi pola makan sehat. Snack yang diberikan pihak rumah sakit juga diberikan dalam porsi kecil kira-kira jam 9-10 pagi dan jam 3 sore.

Manfaat utama ngemil adalah untuk memberikan energi pada kita diantara waktu makan. Selain itu dengan ngemil kita juga bisa terhindar dari makan berlebihan. Ngemil itu tidak dilarang asalkan memenuhi konsep ngemil sehat yaitu membagi kebutuhan kalori harian dalam porsi yang lebih kecil.

Pantas saja sebelum waktunya makan siang kadang saya tidak konsentrasi dan lemas. Hal tersebut disebabkan kurangnya kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Setelah mengambil 1- 2 keping biskuit kondisi tubuh pun menjadi segar kembali dan bisa melanjutkan pekerjaan lebih cepat. 


Kampanye Ngemil Bijak Dalam Keluarga


Bicara soal ngemil, Sabtu (22/8) lalu saya mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis bekerjasama dengan Mondelez Indonesia tentang Tips & Trick #NgemilBijak Dalam Keluarga

Dari Virtual Sharing Session tersebut saya mendapatkan banyak insight  tentang bagaimana ngemil yang bijak dari para narasumber yang hadir di tempat masing-masing yaitu Tara de Thouars, BA, M.Psi, Psi, seorang psikolog klinis, Kharisma Fitriasari, Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, dan
Alfa Kurnia Ketua Divisi Blog IIDN.

Ada informasi yang cukup mengejutkan, kalau orang Indonesia mempunyai kebiasan ngemil lebih tinggi 23% dibandingkan dengan 11 negara lainnya pada studi konsumen The State of Snacking yang pernah diselenggarakan. Bahkan ada yang menjadikan camilan itu sebagai makanan utama lho. Kebanyakan sih mereka ngemil sambil melakukan aktivitas yang tidak banyak bergerak seperti menonton televisi, belajar atau bekerja di depan laptop.

Tidak sedikit juga orang yang menjadikan aktivitas ngemil sebagai pelarian jika sedang stres. Karena dari camilan ini mereka mendapatkan kesenangan tersendiri dan meningkatkan mood. Hal ini gak ada salahnya kok asalkan dilakukan dengan bijak.

Peran keluarga dalam membentuk kebiasaan anak ngemil punya andil paling besar. Kebiasaan ini paling banyak diturunkan dari orang tuanya pada anak-anak. Meskipun saya tidak suka ngemil, ternyata ada satu kesalahan yang saya buat bagi anak-anak yaitu merasa kasihan kalau tidak memenuhi kebutuhan camilan mereka. 

Boleh-boleh saja memberikan camilan kepada anak-anak, tapi harus dengan bijak karena semua itu demi kesehatan dan masa depan mereka juga. Di sini saya harus bisa membedakan antara rasa sayang dan kasihan. Kalau sayang maka harus lebih ketat lagi menerapkan cara ngemil bijak di rumah.

Untuk membentuk kebiasaan ngemil bijak pada keluarga maka ada beberapa cara yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu :

💗 Memperbaiki Pola Makan

Sepertinya saya yang harus memperbaiki pola makan, karena sering tidak teratur walaupun sering melewatkan waktu ngemil juga. Anak-anak selama ini sudah teratur makan utamanya. Nah, yang harus saya perbaiki di sini ngemil makanan ringan yang berlebihan.

menu



Untuk itu saya mengajak mereka membuat menu makan setiap harinya, dan memberikan pengertian berapa banyak camilan yang harus dikonsumsi. Supaya lebih semangat saya tulis menu makanan hari itu pada white board dengan demikian kami sama-sama bisa menaati peraturan yang sudah dibuat bersama.

💗 Mengatasi Rasa Bersalah

Saya harus bekerjasama dengan suami menerapkan aturan mengenai camilan kepada anak-anak. Bisa dibilang harus tega demi kebaikan dan kesehatan mereka juga pada akhirnya.  Kembali lagi kepada tujuan memberikan camilan yaitu untuk memberikan energi di antara dua waktu makan.

Pastinya anak-anak akan merengek lapar dan minta diberi lebih camilannya. Tapi jika sudah dibiasakan sejak dini, Insya Allah mereka akan mengerti dan membawa kebiasaan yang baik hingga dewasa. Sebenarnya mereka bisa tahan lapar kok, buktinya saat berpuasa satu bulan penuh tidak ada yang merengek minta makan, atau saat puasa sunah juga begitu. Jadi yang harus dikendalikan adalah pikiran dan rasa lapar tersebut.

💗 Mengutamakan Kebutuhan Bukan Keinginan

Waktu anak-anak bilang minta tambah camilan, tanyakan apakan memang mereka benar-benar lapar atau karena bosan di rumah terus menerus dengan kegiatan yang monoton. Di sini mereka bisa belajar memahami tentang kebutuhan dan keinginan. 


Menerapkan kebiasaan #NgemilBijak dalam keluarga.


Mondelez International saat ini sedang menjalankan kampanye "Empower People to Snack Right" yaitu mengajak masyarakat agar tetap bisa menikmati camilan dengan bijak melalui produk-produknya. Mungkin banyak yang tidak mengenal Mondelez, tapi jika saya sebut produknya Oreo, keju Kraft, Cokelat Cadbury, Belvita, Biskuat, Ritz, dan Toblerone pasti kalian langsung tahu ya.

ngemil



Ada 5 cara supaya kita tetap ngemil tapi tanpa ada rasa bersalah atau menyesal setelahnya, caranya mudah kok, yuk ikuti!


1. Kenali Isyarat Tubuh


Supaya bijak dalam mengonsumsi camilan, kita harus bisa mengenali sinyal dalam tubuh. Di saat tubuh mengirimkan sinyal lapar. Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri apakah saya lapar? Sinyal yang dirasakan berasal dari mana perut atau anggota tubuh lain?

Kalau lapar asli pastinya datang sinyal yang datang dari perut. Sedangkan jika rasa lapar itu datang dari hidung karena mencium aroma sedap  dari makanan tandanya ini bukan lapar sungguhan.

2. Melakukan Relaksasi


Ketika merasa lapar dan belum waktunya waktu makan utama kita bisa melakukan relaksasi terlebih dulu. Caranya ada dengan diam sejenak untuk merasakan apakah benar rasa lapar ini sesuai dengan kebutuhan. Jika setelah diam masih merasakan lapar tandanya memang itu yang kita butuhkan. Kadang kita hanya butuh minum saja lho, maka rasa lapar itu sudah hilang karena itu bukan lapar real.

3. Terapkan Mindful Eating & Snacking


Setelah yakin kalau memang kita lapar dan membutuhkan camilan, waktunya memilih camilan apa yang akan dimakan. Meskipun punya stok camilan banyak dengan aneka macam rasa kita harus tau berapa banyak yang harus dimakan. Di sini kita bisa menggunakan 5 panca indera untuk menerapkan Mindfull eating dengan cara :



  • Mata : Gunakan panca indera ini untuk melihat, maka dari itu kita bisa memperhatikan camilan yang akan dikonsumsi dengan seksama mulai dari bentuknya, teksturnya dan warnanya.
  • Hidung : Maksimalkan fungsi panca indera yang satu ini untuk mencium aroma snack yang akan dimakan.
  • Kulit : Melalui kulit tangan saat mengambil camilan otomatis kita akan menyentuh dan memegang makanan tersebut. Cobalah untuk diraba teksturnya dan dicermati.
  • Telinga : Saat memasukkan snack ke dalam mulut, lalu kita mengunyahnya dengarkan bunyi yang keluar dari makanan tersebut. Fokus saja pada bunyi makanan tersebut dan hiraukan bunyi lain yang ada di dekat kita
  • Lidah : Rasankan rasa makanan yang sedang dimakan menggunakan bagian yang ada pada lidah.

4. Menunggu Sebentar


Setelah kita menikmati 1 atau 2 keping camilan dengan teknik mindful snacking jangan langsung menambahkan jumlah camilan ke dalam mulut tapi kasih waktu sebentar saja sekitar 15 hingga 20 menit. Di waktu inilah kita menunggu perut memberikan sinyal pada otak apakah kita perlu menambah jumlah camilan atau tidak.

5. Jangan Lupa Bersyukur

Setiap segala sesuatu yang kita terima selalu diakhiri dengan rasa syukur begitu pula dengan camilan yang sudah kita nikmati dengan demikian tidak ada lagi rasa bersalah setelah makan camilan tersebut.


Di atas saya sudah menjelaskan materi yang didapatkan dari webinar, sekarang saatnya mempraktikkan cara ngemil bijak supaya gak merasa bersalah lagi. Untuk anak-anak mungkin agak susah awalnya menerapkannya, makanya saya menggunakan cara dengan memberikan sedikit camilan terlebih dahulu pada sebuag piring kecil sambil menerapkan 5 cara ngemil bijak tersebut. Saya pun tidak takut lagi ngemil coklat di sela-sela waktu makan untuk menambah tenaga dan menjadi happy karena tidak merasa bersalah.





ngemil bijak




Post a Comment

14 Comments

  1. stok camilan favorit selalu masuk dalam keranjang belanjaan nih.

    ReplyDelete
  2. wah penting banget nih buat aku yang bear adan makin meningkat hahaha, thx kak info nya, jangan asal nyemil, harus bijak

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah keren banget ya ada ngemil bijak. Kalau ingat zaman muda dulu lagi mulai rame-ramenya kuliner wes bisa ngemil tiap waktu ya. Bagus banget ada ngemil bijak, sehingga tubuh kita bisa lebih sehat.

    ReplyDelete
  4. Waah si kakak sampai punya jam ngemil sendiri ya. Ada jamnya jam berapa aja ngemilnya. Hihihi..

    ReplyDelete
  5. Memang ya, Mbak Lidya, segala sesuatu itu ada takarannya. Ngemil camilan bagus, tapi jangan kelebihan juga. Sesuai standar saja, biar manfaat ngemil dirasakan. Perlu sekali memang ngemil dengan bijak.

    ReplyDelete
  6. Suka lupa diri emang sih kalo nyamil. Apalagi kalau sambil nonton TV. Seru-serunya, tau-tau abis sebungkus. Wkwkwk...Lain kali ambil satu aja deh...

    ReplyDelete
  7. Dengan adanya kampanye tips ngemil dengan bijak dalam keluarga secara finansial keuangan pasti terjaga dan juga untuk secara kesehatan pasti keluarga akan sehat dengan ngemil yang banyak nutrisi

    ReplyDelete
  8. Di tempat kerjaku juga ada snack time sekitar jam 10 pagi. Ternyata snacking memang diperlukan, selain sarapan pagi, makan siang dan makan malam.

    ReplyDelete
  9. dengan mengatur jadwal ngemil dan juga memilih cemilan yang sehat maka akan membuat tubuh dan sehat dan tentu juga tidak overweight ya kak

    ReplyDelete
  10. Ah camilan kita sama
    Salfa tuh ya kalau Biskuat sudah senang dianya ngemil wkwkwk tapi sekarang diinfo harus bijak

    ReplyDelete
  11. Tips ngemil bijaknya bagus diterapkan buat mereview makanan :D
    Secara pribadi sih aku ngurangin cemilan yang mengandung banyak gula dan cemilan yang....mahal :D

    ReplyDelete
  12. Masalah saya banget nggak suka ngemil makanya badan segini-gini aja. Kadang camilan dan snack untuh saja di rumah. Eh nurun pula ke anak saya. Dubelikan jajanan malah sampai expired datenya tiba nggak dimaka juga. Jadi sekarang udah mulai sadar nih pengen ngemil sehat aja.

    ReplyDelete
  13. Ah iya juga ya bener kalau di rumah sakit itu selalu ada snack sebelum makan, terpikirnya aku kaya wah seneng2 aja tp itu juga udah masuk dlm aturan gizi ya. Biar nggak guilty dan bs tetep ngemil emang benar nih harus bijak :)

    ReplyDelete
  14. Dulu saya juga memiliki kebiasaan untuk makan banyak di jam makan dan gak mau ngemil, karena saya kira kebiasaan ngemil itu gak baik. Ternyata boleh aja ngemil asal bijak ya ...

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)