Powered by Blogger.

De’ Tjolomadoe : Bukan Sekedar Wisata Museum Pabrik Gula

De’ Tjolomadoe atau Pabrik Gula Colomadu merupakan salah satu pabrik gula tertua di Jawa Tengah yang didirikan pada tahun 1861 dan setahun setelahnya pabrik ini mulai berproduksi. Setelah sempat berhenti beroperasi pada tahun 1998, di tahun 2017 lalu bekas pabrik ini akhirnya mendapatkan wajah baru. Perlahan namun pasti, bangunan bekas pabrik gula ini diubah menjadi lokasi wisata yang modern dan kekinian. Dengan tetap mempertahankan bentuk asli dari bangunan pabrik gula, Colomadu kini lebih dikenal sebagai De’ Tjolomadoe merupakan salah satu objek wisata di Solo yang populer dan kekinian.

source : www.traveloka



Sejarah Pabrik Gula Colomadu


Pabrik Gula Colomadu dibangun pada tahun 1861 merupakan bangunan pabrik miliki Keraton Solo yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro IV dengan memanfaatkan tanah-tanah milik Mangkunegaran sebagai lahan penanaman tebu. Peralatan mesin produksi gula saat ini didatangkan langsung dari Eropa, khususnya Jerman. Pada masa itu gula menjadi salah satu aset besar yang banyak menghasilkan pemasukan bagi Keraton Solo, dan hasil penjualannya digunakan untuk membangun berbagai fasilitas seperti sekolah rakyat, menggaji pegawai, pembangunan Puro Mangkunegaran, pembuatan jalan serta saluran irigasi. Pabrik gula ini pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Setelah masa kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1946, PG Colomadu sebagai sebuah badan usaha berpindah kepemilikan ke tangan pemerintah Indonesia dan dikelola oleh Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (PPRI). Tahun 1981, pengelola PG Colomadu berubah lagi yakni dipegang oleh Perusahaan Nasional Perkebunan (PNP) dan akhirnya tahun 1996 berpindah ke wilayah pengelolaan PTPN IX. Pada 1 Mei 1998 PG Colomadu dinyatakan resmi ditutup karena kekurangan bahan baku untuk berproduksi dan bangunan tersebut mangkrak hingga hampir 20 tahun.


Wisata di Bekas Pabrik Gula


Sejak tahun 2017 bekas bangunan pabrik gula Colomadu kembali dihidupkan dan berubah nama menjadi De Tjolomadoe. Konsep pembangunan ini adalah menjadikan tempat wisata museum yang atraktif dan edukatif. Di Area Museum Pabrik Gula kita bisa melihat langsung berbagai peralatan produksi gula masih dipertahankan keberadaannya dan ditata rapi serta terawat agar dapat dilihat oleh pengunjung. Selain itu bisa melihat mesin-mesin tua yang dahulu dipakai untuk pengolahan tebu menjadi gula secara langsung ditempat ini. Selain itu, koleksi lain dari area ini adalah peninggalan-peninggalan bekas perkantoran dahulu mulai dari seragam dinas, papan peringatan, arsip foto dan tulisan dari pabrik gula, hingga raket bulutangkis milik karyawan yang dulu pernah bekerja disini.

Di malam hari, lampu-lampu kekuningan menjadi daya tarik yang menawan pada bangunan yang didominasi oleh warna putih ini. Gedung De Tjolomadoe tampak seperti bangunan klasik Eropa yang megah dan mewah. Keindahan dan kemegahan bangunan ini sangat cocok dijadikan latar foto bagi pengunjung yang datang menjelang malam.

Bangunan pabrik gula juga direnovasi agar tampil lebih segar, dengan mempertahankan bentuk aslinya. Saat ini bangunan De Tjolomadoe merupakan objek foto yang instagramable dan cocok untuk wisata baik seorang diri, bersama teman, pasangan, maupun keluarga. Selain berjalan-jalan di area banguan seluas 1,3 hektar, terdapat pula ruang pertunjukan Tjolomadoe Hall yang sering dipakai untuk berbagai pertunjukan musik dan dapat menampung hingga 3000 orang.

Lelah berjalan-jalan, kita bisa mampir ke Besali Cafe untuk memesan berbagai makanan dan minuman, atau sekadar nongkrong menghabiskan waktu menunggu rombongan lainnya.  Area yang dijadikan cafe ini cukup nyaman untuk sekedar minum kopi, dihiasi dengan langit-langit yang tinggi serta pendingin ruangan yang membuat betah berlama-lama di sini.

Untuk mencapai lokasi De Tjolomadoe sangatlah mudah. Tempat wisata di Solo ini berada di daerah Karanganyar dan berjarak sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaraan dari bandara Adi Sumarmo Solo. De Tjolomadoe beroperasi dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Destinasi wisata ini sangat tepat bagi wisawatan yang mencari lokasi foto yang instagenic maupun yang ingin berburu foto bangunan tua. 

Tiket via Traveloka


Bagi teman-teman yang tertarik mengunjungi De Tjolomadoe sebagai tujuan wisata di Solo, akan dikenai biaya tiket masuk sekitar Rp. 25.000 per orang. Jangan lupa, sebelum mengunjungi tempat ini buka dahulu traveloka untukmembeli tiket masuk secara online, dan tentunya mendapatkan potongan harga yang lumayan. Jadi tunggu apalagi, ayo pesan tiketnya sekarang dan berlibur kemudian.

21 comments

  1. Awal thn ini aku kan ke Solo ya Mak.
    Puingiiin ke Tjolomadoe, tapi ternyata ga cocok dgn jadwal tripku hiksss.
    Kapan2 deh mau cuss ke sana!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Aku baru tahu kalau bangunan ini milik Keraton Solo.
    Trus belom pernah masuk ke sana juga. Pas masih free ruame terus, skrg pas udah sepi gak sempet2 πŸ˜…

    ReplyDelete
  3. Wah, di Solo ya, Mbak. Sabtu besok saya mau ke Solo. Sepertinya kok gak asing dengan tempat itu. Sekarang jadi musium ya. Lebih cantik dan terawat pastinya. Tiketnya terjangkau juga. Semoga isa mampir.

    ReplyDelete
  4. Yah aku pas ke Solo nggak sempat ke sini mba. Mala baru tahu banget ada museum pabrik gula disini :) Asik ah kalau ke Solo mampir ke sini juga. Apalagi harga tiket masuk ya terjangkau

    ReplyDelete
  5. tempatnya memang cantik dan unik bangeeet ya mba. AKu juga pengeeen deh main ke sini. Terus foto -foto yaaang banyak yaaa hehehe

    ReplyDelete
  6. Jadi merasa diingatkan kalo belum nulis jalan-jalan ke De'Tjolomadoe, heheheee.

    Aku malah baru tahu kalo bisa beli tiket masuk museum gula via online di Traveloka. Enak dong, nggak perlu antri di loket

    ReplyDelete
  7. Pabrik gula De Tjolomadoe ini meski mempertahankan bangunan lama tapi tetap terawat ya mbak, sehingga kesan seram atau takut mendekat ke bangunan ini pasti tidak ada. Bahkan bisa dijadikan obyek wisata. Beginilah seharusnya mempertahankan bangunan tua. Jadi pengen ke Jawa Tengah eksplore tempat wisata disana.... pastinya bepergian kemanapun makin mudah berkat Traveloka.

    ReplyDelete
  8. Diperbaharui dan justru ejaan nama yang digunakan ejaan lampau, ya. Tapi, sekarang memang lagi musim ala vintage gitu, ya.

    ReplyDelete
  9. Walaupun wisata zaman dahulu tapi penasaran sekali dengan proses pembuatan gula di waktu itu.

    Museum pembuatan gula bikin kita mengerti bahwa Manis gula karena data tarik gula yang bisa memikat selera zaman old Dan zaman sekarang dengan mengujungi museum

    ReplyDelete
  10. Wah wkt jalan2 ke solo ga sempat ke sini ..asyik ya kayaknya..kreatif juga nih idenya.

    ReplyDelete
  11. Di Malang juga ada beberapa pabrik gula Mba, tapi masih beroperasi. Cuma ya gitu terkenal agak ngeri hahaha bagusnya begini sih ya kalo udah gak dipake dijadikan museum dengan perawatan yg baik temtunya

    ReplyDelete
  12. Kalau ke sini mampir ya, Mbak.. Kebetulan deket rumah, sekitar 10 menit lah. :)

    Dulu ke sana pas masih free. Sekarang sudah berbayar, saya belum ke sana lagi. Katanya sih ada spot edukasi yang atraktif untuk anak-anak juga. Kalau dulu pas masih free belum ada spot itu.

    ReplyDelete
  13. Ooo jadi milik Indonesia asli ya milik keluarga keraton? Aku kira milik Belanda gtu hehe :D
    Ini wisata kekinian di Solo, kalau ke Solo skrng wajib ke sana ya :D
    Moga2 tahun ini bisa balik ke Solo lagi :D

    ReplyDelete
  14. Wahh pabriknya dijadikan museum yaa, Mba. Cocok banget nih ajak anak-anak ke sini 😊

    ReplyDelete
  15. Kemarin pas main ke Solo mau main ke sini tapi ga jadi soalnya ga keburu kelamaan muter di pasar Gedhe. Besok ah kapan2 main ke sini

    ReplyDelete
  16. Saya juga sekarang kalau mau traveling suka cek Traveloka dulu. Lumayan banget harga promonya.

    ReplyDelete
  17. wah ternyata seru juga ya wisata di pabrik gula, terus aku amaze gitu sama bangunan dan kebersihannya sumpah deh rapih dan bersih banget sih

    ReplyDelete
  18. Jadi kangen main ke Tjolomadoe lagi aku Mba Fit hehehhe lihat postinganmu
    Pas dulu tahun lalu ke sana abis kirab masih free, sekarang berbayar a Mba. Semoga kapan-kapan bisa main lagi mrene.

    ReplyDelete
  19. Luar biasa ini Traveloka, tiket untuk lokasi pabrik gula saja sudah tersedia ya. Memudahkan kita yang mau traveling tanpa ribet segala akomodasi dan transportasi nya.

    ReplyDelete
  20. Ouh ini ta Tjolomadoe yang mau dikunjungi temenku saat kulihat bucket list wisatanya ke Solo ada ini
    Baru paham saya. Kurang main beneran.

    ReplyDelete
  21. ku sampai sekarang kepo sangat dengan Colomadu ini. Beberapa temen udah pada cerita kalau pernah kunjungan ke Colomadu. Selain piknik, bisa belajar juga ya mengenai sejarah pabrik Colomadu.

    ReplyDelete