Peranan Penting Keluarga Dalam Pencegahan Diabetes

"Cek gula darah dulu yuk!" 

Begitulah ajakan panitia yang ada di Kemenkes RI pagi itu. Siapa takut, saya pun langsung duduk mendatangi mereka. Paling suka deh kalau ada acara kesehatan seperti ini, karena selain dapat ilmu juga bisa mengecek kesehatan gratis.



Allhamdulillah hasil cek gula darah saya normal, ada di angka 79. Selain cek gula darah, saya pun melakukan cek Body Mass Index(BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu angka untuk menentukan apakah berat badan normal, kurang, lebih atau obesitas. Dari pengecekan ini kita bisa menjaga berat badan yang sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit. 


Alat ini juga bisa menunjukkan lemak dalam tubuh bahkan bisa dinilai tubuh kita seperti usia berapa sih. Berdasarkan alat ini usia tubuh saya seperti usia 29 tahun lho, hehehe jangan protes.

Ngomongin cek gula darah, ini ada hubungannya dengan acara yang saya hadiri Jum'at, 13 April 2018 lalu di Ditjen P2P.  Dalam rangka memperingat Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada 7 April Kementerian Kesehatan RI mengadakan Media & Blogger Briefing dengan tema "Lindungi Keluarga dari Diabetes"


Apa sih diabetes?


Diabetes merupakan penyakit jangka panjang dan biasanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa) yang penting untuk kesehatan dan sumber energi untuk otak dan sel-sel yang membentuk otot dan jaringan tubuh. Pantas saja kami yang hadir diminta untuk mengecek kadar gula darahnya masing-masing untuk tindakan pencegahan. 



Oh ya kadar gula darah dikatakan normal bisa dilihat dari waktu kita melakukan cek gula darah. Jika gula darah yang dilakukan setelah puasa normalnya 100mg/dL. Sedangkan kadar guladarah yang dilakukan 2 jam setelah makan mempunyai ukuran normal 140ml/dL. Tapi ada pula pengecekan gula darah yang dilakukan kapanpun atau disebut juga sewaktu, maka dapat dikatakan normal jika menunjukkan angka 80-120 mg/dL.

Diabetes ditandai dengan sering haus, sering buang air kecil di malam hari, lelah, kurangnya massa otot, pandangan kabur, atau luka lama sembuhnya. Jangan tunda lagi untuk ke dokter kalau mengalami tanda-tanda tersebut apalagi setelah pengecekan kadar gula darah  yang tinggi.

Tahu gak ternyata diabetes ini penyakit yang berbahaya dan mematikan. Di Indonesia, diabetes merupakan penyakit penyebab kematian terbesar nomor 3 setelah stroke dan jantung koroner. Dulu penyakit diabetes hanya ditemukan pada orang-orang tua, tapi karen adanya perubahan gaya  hidup, penyakit ini juga menyerang anak muda.


Lindungi Keluarga dari Diabetes


Pada acara tersebut hadir beberapa pembicara yang memaparkan mengenai diabetes dan tindakan pencegahannya, antara lain dr. Anung Sugihantono, M.Kes (Direktur Jenderal P2P), dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA (PLT Direktur P2P PTM, dr. Em Yunir, SpPD, KEMD (Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi) dan Susana (Head of Nutrifood Research Center).


Penyakit diabetes bisa berdampak pada penyakit lainnya seperti gangguan ginjal yang meningkat hingga 10 kali lipat, juga berisiko terkena penyakit kardiovaskuler. Sedangkan diabetes yang diderita ibu hamil bisa berbahaya bagi ibu maupun bayinya. Pada ibu akan menyebabkan preeklamsia/eklamsia serta komplikasi proses persalinan. Sedangkan komplikasi pada bayi akan melahirkan bayi ukuran besar, lahir prematur, kelainan kongenital dan pertumbuhan janin terhambat. Untuk itu ibu hamil perlu menjaga gula darahnya.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes


Supaya kita bisa terhindar dari diabetes maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Mengendalikan faktor risiko seperti lingkungan, perilaku, pengetahuan, dan awareness.
2. Mendeteksi sejak dini dengan mengecek gula darah.
3. Merespon dengan cepat jika ada gejala

Untuk menanggulangi penyakit diperlukan pendekatan keluarga sehat yang dapat dilihat dari 12 indikator berikut ini.

Yang perlu dilakukan untuk menangani penyakit diabetes adalah mengendalikan faktor risiko dengan menjalani gaya hidup yang benar dan sehat serta menerapkan diet sehat cukup makan sayur dan buah. Selain itu kita juga perlu menjaga postur tubuh melalui aktivitas fisik yang rutin. Bagi mereka yang suka jajan, nah harus mengurangi jajanan yang tidak perlu dan pilihlan yang sehat.

Perlu diketahui juga kalori yang masuk dan keluar haruslah seimbang. Makanya diperlukan aktivitas fisik untuk menyeimbangkannya. Rutin berolahraga 150 menit perminggu, begitu pula bagi penderita diabetes. Olahraga yang dapat dilakukan seperti senam, aerobic, renang, dan jogging. Jarak waktu untuk beraktivitas fisik tidak boleh lebih dari 48 jam atau setidaknya 2 hari sekali untuk berolahraga.


Kerjasama Berbagai Pihak Perangi Diabetes


Dalam menanggulangi diabetes pemerintah perlu bekerjasama dengan berbagai pihak yang sama-sama aware terhadap penyakit ini. Untuk itu Nutrifood yang mempunyai misi "Inspiring a Nutritious Life" mempunyai komitmen yang menginspirasi keluarga Indonesia untuk menjalani gaya gidup sehat supaya terhindair dari risiko diabetes.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan adalah mendukung program pemerintah , praktisi kesehatan, akademis, komunitas, dan masyarakat umum mengadakan program-program yang edukatif. Program tersebut antaralain Kampanye #Hands4Diabetes, edukasi cermati label kemasan makanan dan membatasi konusmi gula, garam, serta lemal (GGL), Jakarta Lawan Diabetes, NutriHealth Month, dan berbagai seminar gizi yang diadakan di beberapa kota di Indoensia.


Yuk kita menjaga kesehatan agar terhindari dari diabetes dan berbagai penyakit lainnya dengan menerapkan gerakan CERDIK :
  • Cek kesehatan secara rutin
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stress

Comments

Popular Posts