Thursday, August 10, 2017

Batik Petungkriyono Karya Legenda Batik Pekalongan

Batik yang sudah diakui oleh dunia sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan memberikan nilai jual yang tinggi di pasar domestik maupun internasional. Pekalongan sebagai kota legenda batik di Indonesia memang sudah terkenal sejak dulu. Setiap kota di Indonesia mempunyai batik degan motif dan ciri khas tersendiri, begitu pula dengan Pekalongan. Batik khas Pekalongan mempunyai warna-warna yang cerah dan tema motifnya mengandung unsur flora dan fauna.

Minggu, 6 Agustus 2017 lalu saya bersama teman-teman yang mengikuti Amazing Petung National Explore 2017 mendatangi Padepokan Batik Pesisir milik Bapak H. Failasuf di Wiradesa Pekalongan. Menuju pintu masuk padepokan, pengunjung sudah disuguhi informasi mengenai batik yang ada di Indonesia yang tertulis pada dinding sepanjang jalan masuk.



Di padepokan batik pesisir ini, kami bisa melihat proses pembuatan batik tulis dan batik cap.  Proses pembuatan batik tulis ini sekitar 1-2 bulan. Maklum lah dibutuhkan konsentrasi dalam menggorengkan warna dari canting, dan proses lanjutan. Jadi, gak usah heran ya kalau selembar kain batik bisa berharga mahal. Karena kita perlu menghargai nilai budaya. Jangan salah ya kalau ada batik harga murah, belum tentu itu batik lho. Bisa jadi itu kain bermotif batik, pembuatannya bisa disablon atau printing.


Batik-batik di atas yang sedang dijemur, ternyata sudah ada pemiliknya yang dibuat berdasarkan orederan menurut Bapak Failasuf. Kalau tahu harganya pasti kaget deh :) Harganya 2 sampai 5 juta per lembar. Mahal? iya, tapi ini dibuat khusus lho, lagi pula batiknya terbuat dari kain sutra.



Pada hari itu juga bertepatan dengan peluncuran batik Petungkriyono hasil karya Bapak Failusuf. Hadir pula Bupati Pekalongan Bapak Asip Kholbihi untuk meresmikannya. Sama seperti motif batik Pekalongan lainnya, Batik Petungkriyono ini juga menggambarkan Flora dan Fauna yang berada di Petungkriyono. Mulai dari gunung, curug, pemandangan alam lainnya hingga owa dan lutung. Wah gak sabar pingin lihat hasil sudah jadinya, karena yang diperlihatkan kemarin masih dalam bentuk sketsa. Menurut Bapak Failasuf, batik ini akan selesai dalam waktu 2 bulan ke depan. Jadi penasaran batik ini nanti dijual dengan harga berapa ya.

Oh ya dalam membuat batik Petongkriyono ini, Bapak Failasuf menggunakan pewarna alami, ya itu warna-warna yang diambil dari alam. Setau saya juga kalau menggunakan bahan kimia sedikit saja sebuah warna tidak bisa dinamakan pewarna alami.

Bapak Failasuf sang maestro batik dari Pekalongan. Beliau juga akan berangkat ke New York untuk pertemuan di PBB, siap-siap nih para pejabat di sana bakalan dapat hadiah  batik dari Pekalongan. Wah jadi inget Mbak Indah Nuria nih, mbak asyik nih kalau dapet juga.


Selain peluncuran batik, kami juga diperlihatkan sepasang model yang menggunakan pakaian batik hasil karya dari padepokan pesisir tentunya. Motifnya cantik banget ya, ga cuma bisa dibuat untuk kebaya saja.

Dari sini mudah-mudahan kita bisa menghargai lagi para pengrajin batik di Indonesia. Dari tangannya bisa menghasilkan karya luar biasa yang bisa dikenal di seantero negeri. Yuk, ikut melestarikan batik Indonesia.

No comments:

Post a Comment