Thursday, August 25, 2016

Menghindari Sembelit Pada Si Kecil

Pernah gak saat si kecil mengalami susah pup atau buang air besar. Saya pernah waktu si sulung kira-kira umur 1-2 tahunan. Sebagai ibu baru tentu saja panik dan khawatir, kok belum pup juga ya. Sempat saya urut-urut perutnya juga memberikan buah pepaya. Katanya pepaya bisa melancarkan buang air besar. Normalnya kan kita buang air itu setiap hari, ini sudah 4 hari kok belum pup juga. Mulai lah saya mencari tahu mengenai hal ini mengapa si kecil tidak rutin pupnya.

Saya mengira si kecil sedang mengalami konstipasi nih, tapi ada baiknya saya mencari info terlebih dahulu supaya yakin ya. Konstipasi bisa dialami oleh siapa saja begitu pula pada si kecil apalagi di tahun pertama kehidupannya. Ini disebabkan oleh adanya perubahan pola makan dan asupan pada si kecil. Menurut penelitian ada beberapa hal yang menyebabkan konstipasi pada si kecil yaitu :

  • Perubahan pola makan pada balita. Yang awalnya hanya minum asi saja atau makanan cair beralih ke makanan padat saat berusia 6 bulan.
  • Perubahan rutinitas si kecil. Contohnya saat melakukan perjalanan atau berlibur.
  • Perubahan cuaca yang ekstrim bisa menyebabkan konstipasi juga, apalagi di cuaca sedang panas sekali.
  • Faktor genetika atau adanya riwayat konstipasi pada keluarga ini bisa terjadi juga pada si kecil.
Ada yang beranggapan bahwa saat si kecil mengejan berarti mengalami konstipasi, padahal menurut informasi yang saya baca umumnya si kecil mengejan saat buang air besar ini hal yang normal. Karena otot perut si kecil masih dalam perkembangan dan perlu usaha saat mengeluarkannya.

Terlalu sering konstipasi juga tidak baik untuk di kecil karena tumbuh kembang anak berawal dari kesehatan saluran cernanya. Ada lima hal yang berhubungan dengan sistem pencernaan pada balita yang sering terjadi yaitu :

  1. Gumoh (muntah sedikit)
  2. Muntah
  3. Perut kembung
  4. Pup tidak lancar
  5. Sering buang gas

Saluran cerna sangat kompleks sekali dan memiliki peranan penting untuk kesehatan anak. Menurut penelitian ada 3 dari 20 anak pernah mengalami pencernaan sensitif. Dan 1 dari 8 anak mengalami konstipasi. 

Pengertian dari konstipasi itu sendiri adalah saat kondisi se kecil mengalami BAB yang keras dan frekuensinya kurang dari 2 kali dalam seminggu.


Konstipasi pada si kecil disebabkan karena saluran pencernaan si kecil yang masih berkembang dan peka. Dalam kondisi yang normal pencernaan anak bisa menyerap semua nutrisi makanan yang dikonsumsinya. Pada awal tahun kehidupannya enzim yang bertugas membantu mencerna protein dan laktosa belum bekerja dengan sempurna. Dan menyebabkan protein susu serta laktosa yang dibutuhkan si kecil tidak terserap dengan sempurna akhirnya masuk ke dalam usus besar yang menjadi rumah berbagai macam bakteri hidup. Sisa-sisa nutrisi yang bertemu dengan bakteri menyebabkan pembusukan dan perut menjadi kembung, BAB tidak lancar, serta sering buang angin. Bagi si kecil kadang menjadi rewel tanpa sebab yang jelas karena ganguan yang timbul tersebut.

Kalau ada tanda-tanda yang terjadi seperti yang sudah saya tulis di atas maka perlu diwaspadai kalau si kecil sedang mengalami gangguan pada pencernaannya. Anak saya pernah mengalami sembelit dan ini adalah salah satu pencetus pencernaan sensitif akibat produksi gas berlebihan. Hal ini bisa juga diketahui melalui pengecekan seperti frekeunsi BAB dalam satu minggu, warna BAB dan konsistensi bentuk dari kotoran yang dikeluarkan.

BAB bisa dikatakan normal jika :
  • Untuk si kecil yang minum ASI bisa BAB setiap hari atau 3-5 kali dalam sehari di minggu-minggu pertama kelahirannya. Selanjutnya akan BAB 1-2 kali dalam seminggu. Saat anak pertama saya kecil dalam sehari banyak sekali BABnya, saya pikir diare, ternyata menurut dokter ini wajar karena kotoran yang dikeluarkan juga masih ada ampasnya dan bisa dibilang normal. fesenya juga masih lembut saat dilihat. Allhamdulillah jadi gak khawatir lagi saya.
  • Untuk si kecil yang dalam keadaan tertentu tidak bisa mengkonsumsi ASI, BAB nya satu kali dalam sehari.
  • Saat di kecil mengejan ini normal karena otot perutnya masih melemah.
Tanda-tanda jika si kecil mengalami konstipasi adalah menangis atau rewel saat buang air besar. Si kecil akan menekuk perutnya dan kotoran yang dikeluarkan keras seperti butiran peluru. Enaknya sekarang kita bisa mengecek kondisi pencernaan si kecil di Wikipoop.

gejalan-gejala yang timbul akan mempengaruhi perkembangan si kecil, hal ini juga bisa terjadi pada mereka saat tidur di malam hari. Waktu tidurnya akan terganggu, padahal kita tahu sendiri kan saat tidurlah perkembangan otak si kecil tumbuh dan berkembang. Gak mau kan kalau si kecil perkembangannya terganggu juga bisa mempengaruhi perkembangan otaknya.

Untuk itulah sebagai orang tua kita harus bisa mengatasi konstipasi pada si kecil. Ada beberapa tips saat si kecil bisa buang air besar dengan nyaman yaitu dengan menggerakan kaki dan mendorongnya dengan pelan-pelan lututnya ke arah perut. Mengkonsumsi makanan tertentu yang bisa melembutkan feses juga salah satu cara yang bisa digunakan. Misalnya dengan mengkonsumsi kacang polong. 

Pada si kecil yang sudah bisa diajak diskusi bisa diajarkan bahwa tidak bagus jika menahan BAB karena bisa mengakibatkan konstipasi juga.  Ada baiknya mengajarkan toilet training juga untuk melatih konsistensi kerja usus.

Pemberian ASI Ekslusif bisa mencegah konstipasi tetapi untuk si kecil yang tidak mendapatkan ASI karena hal-hal tertentu ada susu yang membuat feses si kecil lembut. Seperti Enfagrow A+ Gentle Care dengan teknologi PHP yang memiliki protein halus sehingga mudah dicerna cocok untuk si kecil yang perutnya peka. Ditambah nutrisi penting lainnya seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat BEsi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12.  Tapi sebaiknya ini dikonsultasikan terlebih dahulu pada ahlinya dalam hal ini dokter anak tentu saja.
.
Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang gangguan pencernaan bisa dilihat di Wikipoop.

5 comments:

  1. paling sedih kalo liat anak konstipasi ya mb lid.. untung ada digestion center

    ReplyDelete
  2. Ranu pernah poop keras 0as mulai dikenalin nasi tim, krn takut aku lembekin lg texture nya. Hihi

    ReplyDelete
  3. Jadi sedih ya mbak jika anak sampai mengalami sembelit Udah liat mukanya aja memelas menahan sakit.Berkat baca postingan ini jadi gak perlu kuatir

    ReplyDelete
  4. Miqdad lumayan doyan buah jadi lumayan ngurangi sembelit

    ReplyDelete
  5. Faiz dan Fira memiliki gangguan pencernaan yang berbeda-beda MBak,

    ReplyDelete