Sunday, April 3, 2016

# #AlergiProteinSusuSapi # kesehatan

Mengatasi Alergi Penghambat Tumbuh Kembang Anak

Saat Pascal anak pertama saya masih berumur 1 hingga 2 tahun kadang-kadang mengalami muntah setalah minum susu atau makan. Sebagai orang tua baru tentu saja kami khawatir, apalagi bisa dibilang berat badannya tidak mengalami perkembangan yang pesat walaupun masih di batas rata-rata. Karena takut menghambat tumbuh kembangnya kami pun membawa ke dokter Widodo Judarwanto Alergi Imunologi Anak.

Saat konsultasi pertama kami ditanya apakah ada riwayat  alergi atau tidak. Juga dilihat kemiripan wajah anak dengan orang tua. Memang sih Pascal kemiripan wajahnya sama dengan saya. Waktu itu diberikan solusi diet makanan tertentu dengan diberikan list makanan yang boleh dimakan untuk melihat apakah ada alergi pada makanan atau tidak. Dengan penanganan lebih dini anak akan tetap mendapatkan asupan gizi yang tepat untuk menghindari terjadi masalah tumbuh kembang pada anak.

Ada sedikit rasa bersalah karena  anak pertama tidak full memberikan ASI maklumlah ilmu dan pengetahuan saya masih kurang.  Padahal ASI is the best dan bisa menghindari alergi terhadap susu sapi. Allhamdulilah di anak kedua saya memberikan ASI Exclusive dan dilanjutkan hingga 2 tahun.

Ternyata kita tidak bisa sembarangan menyatakan bahwa anak terkena alergi sebelum melakukan pengecekan. Jika di keluarga ada riwayat alergi kemungkinan besar anaknya akan membawa bakat alergi juga. Untuk lebih jelasnya akan saya share pada postingan kali ini  tentang Nutritalk yang saya hadiri persembahan dari Sarihusada - Nutrisi Untuk Bangsa dengan tema "Early Life Nutririon" yang diadakan di Double Three Hotel, Jakarta pada hari Kamis, 24 Maret 2016 lalu.

Sebelum talkshow dimulai kami diajak belajar dan mengenal lebih jauh tentang alergi melalui 3 aktivitas booth yang ada. 


Booth Alergi Care




Di booth ini kita diajak menghitung risiko alergi pada anak dengan mengisi tabel pada kartu yang sudah disediakan. Oh ya kartu ini bisa digunakan oleh teman-teman untuk mengitung risiko alergi pada anak loh. Sengaja saya scan dan saya gabungkan agar lebih mudah mempelajarinya. Kartu Deteksi Dini UKK Alergi Imunologi ini diterbitkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurut Bapak Arif Mijahidin, Head of Corporate Affairs Sarihusada kartu ini bisa membantu orang tua untuk menghitung risiko alergi pada anak agar bisa ditangani sedini mungkin.



Berikut hasil perhitungan risiko alergi pada anak kedua saya berdasarkan kartu di atas. Dengan memberikan nilai kondisi pada seluruh anggota keluarga pada tabel tersebut.


Keluarga
Ayah
Ibu
Saudara Kandung
Nilai Keluarga
Nilai
0
1
1
2

Berikan nilai 0 jika tidak ditemui riwayat alergi, nilai 1 bila diduga terkena alergi dan nilai 2 pernah dinyatakan alergi oleh tenaga kesehatan.

Setelah dilakukan pengecekan hasil dari nilai keluarga menunjukkan angka 2, kalau dilihat dari tabel di atas  nilai keluarga 1 - 3 maka akan menghasilkan Risiko Sedang (20 - 40%). Risiko alergi anak bisa semakin tinggi jika terdapat riwayat alergi pada keluarga. Nah supaya aman dan tumbuh kembang anak tidak terhambat sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kalau hasilnya memiliki risiko alergi sedang dan tinggi.


Booth Yuk Kenali Gejala Alergi Susu Sapi

Pada booth ini saya mengetes atau mendeteksi alergi yang terjadi dengan memilih bagian wajah, hidung, bibir atau diare. Saya memilih deteksi alergi pada bagian bibir dengan menjawab beberapa pertanyaan pada kuisioner  yang ada pada layar. Kami diberikan foto hasil tes alergi ini yang isinya foto sebelum dan setelah terkena alergi. Pada layar akan tambah gejala alergi yang diderita oleh kita.



Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan

Pada booth ini kita mengenal lebih jauh tentang pentingnya 1000  hari pertama kehidupan bagi si kecil dengan membaca booklet yang diberikan. Lalu saya di uji pengetahuan melalui roda putaran, saat penunjuk ada disalah satu tema maka akan diajukan pertanyaan yang harus dijawab. Dari pertanyaan-pertanyaan ini saya bisa belajar betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak.


Setelah selesai melakukan semua aktivitas di tiap booth kami mendapatkan stamp yang akan ditukarkan dengan merchandise. Tiga aktivitas yang sederhana namun bisa memberikan kita wawasan yang besar sekali akan pentingnya tumbuh kembang anak khususnya yang mempunyai alergi susu sapi.



Akhirnya waktu untuk Nutritalk telah tiba, kami masuk ke ruangan untuk mendengarkan pemaparan nara sumber yang hadir hari itu. Acara dibuka oleh Lula Kamal sebagai MC yang juga berprofesi sebagai dokter.



1 dari 12 anak memiliki risiko alergi protein susu sapi. 1 dari 25 anak mengalami alergi protein susu sapi.

DR. Dr. Rini Sekartini, SpA(K) Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSCM Jakarta yang menyampaikan tentang Optimalisasi tumbuh kembang anak. Menurut Dr. Rini anak bukanlah miniatur orang dewasa. Anak berarti tumbuh dan kembang. 1000 hari pertumbuhan terkait dengan pertumbhan dan perkembangan otak.

Ranah perkembangan anak terdiri dari 4 aspek yaitu  Gross Motor, Fine Motor, Visio, dan Speech. Sedangkan kebutuhan dasar tumbuh kembang ada terdiri dari 3  yaitu :
  • Fisisi biologis
  • Kasih Sayang
  • Stimulasi


Persentase kebutuhan dasar tumbuh kembang anak harus diberikan sebesar 100%, tidak bisa diberikan hanya beberapa bagian saja. Apa jadinya jika orang tua hanya memberikan kebutuhan fisis biologis dan kasih sayang saja tanpa ada stimulasi. Ini bisa menyebabkan sensori, motorik dan hal lain yang memerlukan stimulasi akan terganggu dan anak bisa terhambat tumbuh kembangnya.

Faktor penyebab gangguan pertumbuhan salah satunya adalah alergi makanan yang terlambat didiagnosa. Wah apa jadinya ya kalau saya tidak langsung berkonsultasi pada dokter Imonologi saat itu. Kami juga menerapkan kepatuhan management diet pada Pascal yang mempunyai risiko alergi tinggi. Apalagi waktu itu Pascal picky eater, kalau saya tidak berkonsultasi bisa-bisa melarang memberikan makanan ini itu. Duh kesihan sekali kan belum tentu makanan tersebut yang menyebabkan alerginya.

Orang tua yang mempunyai alergi, risiko anak alergi ternyata cukup besar yaitu 40-60%. Dampak alergi ini pada anak bisa menyebabkan saluran nafas terganggu, gangguan tidur, dan gangguan beraktivitas. Anak alergi harus optimal dalam pertumbuhannya seperti anak lainnya untuk itulah harus dipantau secara berkala yang bertujuan mendeteksi lebih dini dari gangguan gizi pada anak alergi.

Kalau saya dan suami sih yang diduga terkena alergi hanya saya, makanya setelah dilakukan tes di atas pada anak kedua hasilnya menunjukkan 20-40% risiko alergi sedang.

Anak yang memiliki alergi makanan sering mengalami gangguan pertumbuhan yang berhubungan dengan asupan makanan. Saat anak di duga alergi kemungkinan menghambat pertumbuhan tapi masih bisa diperbaiki melalui pola makan. Deteksi dini harus dilakukan agar tidak terlambat pertumbuhannya sebelum umur 17 tahun.

Contohnya saat dinyatakan alergi susu sapi maka harus dihindari pemberian makanan yang berasal dari susu sapi dan turunannya agar alergi tidak muncul.

Menurut Prof, DR. Dr, Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes Konsultan Alergi Imonologi Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran,  Alergi adalah masuknya zat dari luar tubuh tetapi reaksi tidak normal. Alergi bisa berupa makanan, debu yang dihirup atau dari obat-obatan.

Ketika anak makan udang lalu timbul merah merah pada tubuh, belum tentu itu alergi. Kadang-kadang orang tua melarang anak menkonsumsi makanan tersebut. Larangan ini bisa menyebabkan tumbuh kembang anak terlambat, karena asupan makanan yang tidak cukup. Oleh karena itu harus dideteksi dini untuk penanganan yang optimal. Tidak sembarangan memvonis anak alergi karena nanti serba tidak boleh dimakan akan menghambat pertumbuhan

Alergi timbul hanya pada anak yang mempunyai bakat / atopi yang berasal dari 1 atau 2 orang tau alergi.

Penyebab alergi di dunia menurut WHO kebanyakan karena protein susu sapi. Jangan takut jika kedua orang tua mengalami alergi, karena anak yang mempunyai bakat tidak akan muncul alerginya kalau dilakukan pencegahan. Dengan dihindari dari pemicu munculnya penyakit tersebut. Jika tidak dilakukan pencegahan dari awal maka akan timbul penyakit lain saat dewasa. Dan penyakit juga bisa melakukan switching.

Gejala yang timbul pada anak akibat alergi susu sapi yaitu
1. Gejala pada kulit

  • Bentol merah gatal
  • Gejala dermatitis atopik seperti bentol meraj berisi cairan, kulit kering dan gatal

2. Gejala Saluran Nafas

  • Bersin-bersin disertai gatal di hidung
  • Hidung tersumbat
  • Ingus encer
  • Batuk berulang
  • Gejala asma

3. Gejala saluran cerna

  • Muntah
  • Kolik
  • Diare
  • BAB berdarah


Pencegahan alergi bisa diatasi sejak dini mulai dari janin dengan cara :

  • Selama kehamilan menghindari asap rokok. Ibu hamil tidak perlu ada pantangan makanan apapun, walaupun ada kemungkinan anak alergi
  • Saat akan melakukan persalinan sebaiknya beritahukan dokter agar setelah lahir bayi diberikan ASI untuk pencegahan alergi pada anak. Sebagai ibu kita punya hak untuk meminta ini karena penting untuk pertumbukan anak di 1000 hari pertama.
  • Setelah anak lahir berikan ASI untuk menghindari alergi susu sapi
  • Jangan memberikan makanan padat pada bayi sebelum berumur 6 bulan.
ASI memang yang terbaik untuk pencegahan alergi karena mempunyai alergen yang sedikit . Jika tidak memungkinkan pemberian ASI karena alasan medis maka boleh memberikan susu mengandung hypoallergenic. Pemberian formula hidrolisat hanya untuk pencegahan alergi bukan untuk pengobatan. Pemberian susu soya boleh bila tidak ada hidrolisat tetapi harus dengan edukasi.

Dua cara tes membantu cek alergi melalui uji kulit dan cek darah. Seorang anak tidak ada yang alergi terhadap tiga macam alergi. Saat sudah dinyatakan alergi makan harus dihindari pemicu alerginya. Anak yang mempunyai bakat alergi perlu sekali interaksi faktor genetik dan lingkungan.

Melakukan tes dengan menanyakan riwayat keluarga yang mempunyai alergi ini adalah tes awal untuk mengetahui anak punya bakat alergi atau tidak. Kesimpulannya Jika kita atau pasangan dinyatakan alergi, maka jangan takut kalau anak-anak akan alergi juga. Karena ada tindakan pencegahan seperti yang sudah saya tuliskan di atas.




5 comments:

  1. Anak saya alerginya tingkat berapa yak 1 atau 2. Kalau dinyatakan alergi setelah serangkaian tes sih belum. karena blm tes. tapi kalo dokter anak sih bilang y alergi. pernah abis makan di bandung, seafood, malam y muka bengkak, mata merah sama batuk ga henti dan sesak. sampe dini hari dibawa ke ugd. ayahnya alergi juga sih..cuma ga separah itu.

    ReplyDelete
  2. terkadang aku suka kurang peka masalah alergi ini. PAling yang taunya bentol2 merah (yg sering pada anak sewaktu kecil) atau bersin2 setiap saat (pengalaman si papa olive)

    ternyata banyak juga ya dampak alergi :D

    ReplyDelete
  3. saya baru alergi susu di usia 28 tahun mba. hehehehehe.

    ReplyDelete
  4. Sulit juga ya kalau anak2 kena alergi susu sapi, jadi pilih2 susunya ga bisa sembarangan.

    ReplyDelete
  5. nyebelin emang alergi itu huhuhuhu
    aku kerasa pas kemaren raffi
    huhu

    ReplyDelete