Navigation Menu

Mengemas Produk Indonesia Melalui Digital Melalui Smesco Digipreneurday




2 Pilar penting untuk melakukan kegiatan jualan/dagang yaitu Content dan Community (Konten dan komunitas) - Andi Silalahi.


Demikian ilmu yang saya dapatkan saat menghadiri Smesco Digipreneurdays pada hari Rabu, 20 April 2016 lalu yang bertempat di Galeri Indonesia Wow lantai 2, Gedung Smesco, Jakarta. Smesco Indonesia Company adalah nama operasional dari LLP-KUKM (Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah) yang saat ini Direktur Utamanya dijabat oleh Bapak Ahmad Zabadi.

Smesco Digipreneurday ini berlangsung dua hari yaitu sejak hari Selasa sampai Rabu 19-20 April 2016. Dengan menghadirkan talkshow menarik yang dibawakan oleh praktisi digital ternama untuk peserta yang hadir saat itu. Kebetulan saya hanya hadir di hari kedua saja dengan tema "Mengemas Produk Indonesia Melalui Digital"

Sambil menunggu peserta datang kami dihibur oleh suguhan musik yang dibawakan oleh Kazan Band untuk membuat suasana siang itu semakin relax dan bisa menyerap ilmu yang akan dibagikan. Cuaca yang dingin dan hujan di luar gedung tidak meghalangi kami untuk tetap datang ke Smesco.

Andi Silalahi, digital praktisinoner (The Winner of Googles Award) membuka event siang itu dengan menanyakan pada peserta apa sih digital itu, apakah kita semua sudah berdigital? Jawabannya simple ternyata mayoritas dari kami semua sudah melakukan aktivitas digital. Misalnya menggunakan layanan kendaraan online pun sudah bisa dibilang berdigital. Untuk bisa menjadi digital preneur tidak harus punya banyak uang karena siapapun bisa menurut Andi.

Ternyata di Indonesia pebisnis UMKM yang melakukan digital baru 10% untuk memasarkan produknya. Untuk berdigital dalam berbisnis yang paling utama adalah membuat sebuah website yang diibaratkan sebagai rumah, kemudian barulah di optimalkan sosial medianya. Tapi di Indonesia malah terbalik sosmed dulu baru website, bahkan ada yang belum mempunyai website. Menurut pengalaman Andi Silalahi ada pebisnis UKM yang mempunyai website tapi tidak mempunyai email. Padahal 2 pilar penting untuk melakukan digital bagi pebisnis UMKM adalah konten (Website) dan komunitas (Sosmed).

Untuk itulah event ini diadakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan digitalpreneur dalam membuat konten dan fotografi. Salah satunya adalah adanya penawaran pembuatan website dan ecommerce murah dari bDigital sebagai solusi online lengkap pertama untuk usaha kecil menengah di Indonesia. Pada kesempatan itu juga pebisnis bisa berkonsultasi gratis dengan praktisi digital.



Talkshow sore itu pun di mulai yang dibawakan oleh bapak Boy sebagai MC dengan mengadirkan Andi Silalahi,  Jose Ricardo Santos (Co-Founder bDigital.id), bapak Bagus Rachman (SMESCO Director of Business and Marketing) dan Andi Wiryawan (UKM Business Owner caristyle.co.id). Nah seru perbincangannya sore itu sebagai pebisnis kecil-kecilan saya juga bisa mencontek ilmu dari pakarnya. Ada tiga hal yang dibahas dalam talkshow kali ini yaitu :

Potensi Bisnis UKM Dalam Berdigital

Menurut Andi Wiryawan potensinya sangat penting karena tidak perlu lagi mempunyai cabang di tempat lain, cukup dijalankan secara online saja. Pada sebuat webstite degan adanya livechat ini juga memudahkan pengunjung atau pembeli melakukan interaksi. Saya baru tahu ternyata banyak usaha micro yang mempunyai aset 50 juta dan omset mencapai 300 juta tetapi diduga tidak melek internet.

Kalau menurut Andi Silalahi potensi digital juga penting apalagi saat ini banyak pilihan untuk membuat website yang harganya tidak mahal lagi. Sehingga pebisnis UMKM bisa mulai maju mempunyai website.

Nah kalau menurut Mr Ricardo Santos berdigital itu mudah sekali apalagi saat ini sudah didukung oleh gadget yang canggih internet yang cepat.


Aset Dalam Berdigital

Foto adalah salah satu aset yang paling berharga dalam berdigital untuk memasarkan suatu produk dan lebih dipercaya. Sekarang sih pakai kamera ponsel saja sudah bisa menghasilkan hasil foto yang berkualitas baik. Jadi pebisnis UMKM yang belum punya kamera DLSR misalnya tidak perlu khawatir lagi dalam memasarkan produknya dalam bentuk foto. 

Nah dengan adanya foto berkualitas bagus ini bisa membuat pembeli bisa berbelanja online karena foto yang dihasilkan bisa sesuai dengan aslinya. Jadi tidak perlu lagi tuh harus memegang dan melihat langsung produknya.


ROPO (Reseacrh Online Purchase Offline)

Menurut survey pembeli di Indonesia hanya melakukan search online tetapi purchase offline. Alasannya beragam, ada yang takut dibohongi, tidak puas kalau belum memegang produknya secara langsung. Padahal dibeberapa negara maju pembeli cukup memoto QR Code yang ada pada gambar produknya saja, nanti otomatis belanjaan dikirim ke alamat pembeli. Uniknya semua gambar produk ditempatkan di ruang umum seperti stasiun.

Purchase offline dilakukan karena tidak ada jaminan penuh apabila ada hal-hal yang ditakutkan. Sedangan untuk meningkatkan reseacrh online UMKM harus bekerja sama degan Market Place selain harus mempunyai website sendiri juga.


SMESCO - Galeri Indonesia WOW

Di pemerintahan ada 23 Kementerian yang menangani UMKM. Sedangkan pemerintah sendiri punya goal untuk meningkatkan pendapatan para pebisnis UMKM di Indonesia. Salah satunya adalah dengan adanya SMESCO sebagai rumah untuk para UMKM khususnya Galeri Indonesia Wow untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar dan meningkatkan bisnis serta nilai tambah produk untuk para pebisnis. Terdiri dari 6 lantai  ada sekitar 4 ribu produk yang dipasarkan. Untuk menjadi Mitra Smesco cukup membawa produknya saja ke Smesco dan mengisi formulir secara gratis. Nantinya produk tersebut akan dikurasi sebelum dinyatakan layak dijual di sana.

Beberapa produk yang saya foto di Galeri Indonesia Wow. Berbagai event diadakan di sini yang bertujuan untuk mempromosikan produk UKM dari 34 paviliun daerah lewat konten dan foto yang disebarkan di media sosial.



Pengumuman Lomba Foto Instagram

Selama event Smesco Digipreneurday diadakan lomba foto di Instagram. Peserta diminta untuk memosting foto produk di Galeri Indonesia Wow minimal 5 foto. Pada hari Selasa sudah dilakukan coaching fotografi oleh Bapak Ferry Ardianto. Kriteria pemilihan pemenang ada dua hal yaitu :
  • Foto harus sesuai dengan tema lomba yang sudah ditentukan
  • Menaati peraturan yang sudah dibuat
Simple sebenarnya kriterianya untuk menjadi pemenang. Sekitar 400 foto yang masuk penilaian oleh tim. Banyak yang bagus tetapi tidak menaati peraturan secara otomatis gugur. Pak Ferry juga sempat memperlihatkan dua foto yang sama tetapi punya kelebihan yang lainnya. Fotonya sama-sama bagus ada caption yang bagus sebagai pengantar foto ternyata itu penting juga ya.

Sudah dipilih 3 orang pemenang lomba foto Instagram. Nah ini foto pemenang instagramnya hasil karya @nicholasdianto yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia,




Senyum kebahagiaan para pemenang lomba foto Instagram

Berdasarkan peserta talkshow yang datang pada hari itu, mereka mesara puas dan mendapatkan pencerahan baru. Apalagi kebanyakan mereka yang datang adalah pebisnis atau yang mempunyai usaha. Apalagi melihat antusias mereka mendatangi stand bDigital untuk bertanya dan konsultasi mengenai website untuk memasarkan produknya.


3 comments:

  1. aiiih, dahsyat reportasenya mbak :)
    lengkap euy super keren

    btw, saya ga bisa ikut lomba instagram, secara aplikasinya sering ngadat di hape saya hi hi hi

    ReplyDelete
  2. lengkappp euy...aku malah ngak sempet dengerin..hiks

    ReplyDelete
  3. kita nggak ketemu yah mbak T_T.
    kamu nggak kangen aku gitu mbak. Aku sehari sebelumnya loh ngeliput acara ini huaah.

    ReplyDelete