Monday, March 21, 2016

# reportase

Standarisasi Penyediaan Informasi Pariwisata



Senang sekali Senin hingga Rabu lalu tanggal 14 - 16 Maret 2016 saya bisa mengikuti Standarisasi Penyediaan Informasi Pariwisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Biro Hukum dan Komunikasi Publik. Bersama dengan 15 orang teman-teman dari TDB (Tau Dari Blogger) kami berkumpul di Gedung Sapta Pesona, Jakarta menuju ke Puri Avia Hotel and Conference, Bogor tempat acara berlangsung selama tiga hari.


Perjalan pagi itu terbilang lancar walaupun sedang ada demo di sekitar. Allhamdulillah sebelum jam 12 siang kami sudah tiba di lokasi. Setelah makan siang dan istiahar sebentar kami berkumpul di ruang meeting dan bergabung dengan teman-teman dari Kemenpar. Ada perwakilan dari Labuan Bajo, Maluku, dan Bangka Belitung. Kami berkenalan satu sama lain agar lebih kenal dekat.

Siang itu acara dibuka oleh Ibu Tetra Tianiafi yang biasa dipanggil dengan Tia sebagai PR di Kemenpar. Ibu Tia memaparkan sedikit tentang 5 unsur atau pilar penting untuk bersilaturahmi yaitu melalui :

  • Akademisi
  • Bisnis
  • Community
  • Goverment
  • Media
Dari sini saya jadi tahu apa saja yang sedang dijalankan oleh Kemenpar terkait dengan pariwisata yang ada di Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk mempromosikan tempat wisata di Indonesia, mulai dari brand ambasador hingga adanya emagazine yang berisi tentang pariwisata Indonesia.

Bapak M. Iqbal Alamsyah membuka secara resmi acara Standarisasi Penyediaan Informasi Pariwisata kira-kira jam 3 sore. Menurut beliau Indonesia mempuyai goal atau target 20 juta wisman (wisatawan mancanegara). Melalui 5 pilar penting perlu dijalankan :

  • Sekretaris Kementerian
  • Pengembangan Industri Destinasi Pariwisata
  • Promosi Pemasaran Pariwisata Mancanegara
  • Promosi Pemasaran Pariwisata Nusantara
  • Deputi Kelembagaan

Rencana Aksi Terpadu Bidang Kelembagaan Pariwisata 2016

Dibawakan oleh Bapak Prof. DR. Sc H.M Ahmad Sy, Drs., M.Pd., M.Sc sebagai Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (BPKK) Kemenpar RI.

Fakta bahwa Indonesia memiliki pulau sebanyak 17.504, 525 suku bangsa, dan 250 bahasa daerah, bidang pariwisata memberikan kontribusi terbesar nomor 4 di pendapatan devisa negara. Di harapkan pada tahun 2019 nanti bisa menjadi kontribusi paling besar untu devisa negara. Tren yang naik setiap tahunnya yang didukung oleh alam yang besar.

Siapa sih yang tidak kenal dengan Bali? wisatawan dari mancanegara pun sudah pasti mengenalnya. Bahkan ada yang mengenal Bali tapi tidak mengenal Indonesia. Untuk itulah perlu menciptakan destinasi-destinasi baru selai Bali dengan memperluas pemberdayaan kesejahteraan dan pembangunan. Ke depannya wisatawan tidak hanya mengenal Bali saja, tapi tempat wisata lainnya juga tidak kalah terkenal dengan Bali.

Industri pariwisata bisa maju tentu saja jika sumber daya manusia juga mendukung. Untuk itulah diperlukan klasifikasi yang sangat mendesak agar bisa mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia. Klasifikasi tersebut adalah sertefikasi standar ASEAN. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak tapi kualitasnya masih kurang dibandingkan dengan nehara ASEAN lainnya. Diharapkan tahun 2017 bisa meningkat di rangking ke-3. Sertefikasi yang diselenggarakan oleh Kemenpar ini diadakan setiap tahun dengan menggandeng institusi lain dan perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai konsentrasi di bidang pariwisata.

Indonesia dalam hal SDM masih kalah dari Philipina karena kemampuan bahasa Inggris yang kurang, Kemampuan IT kurang, dan kemampuan managerial yang tinggi. Untuk itulah proses sertefikasi tahun ini akan memperhatikan 3 point tersebut dengan mengisi pelatihan SDM pariwisata dan mennghadirkan kader serta menciptakan rasa aman. Dari Pariwisata ini lah bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan membrantas kemiskinan.


Salah satu cara mempromosikan wisata Indonesia dengan memperbanyak kegiatan budaya yang mempromosikan keadaan alam. Media juga berperan penting untuk menginformasikan pemberitaan positif.



9 comments:

  1. smoga pariwisata indonesia semakin baik ya...
    asyik ya klo kita diajak sm kemenpar utk promosiin pariwisata indonesia hihihi...

    ReplyDelete
  2. selain itu juga kesadaran orang indonesia menjaga tempat wisata kurang, bisa dilihat byk sekali sampah berserakan ditempat wisata di indonesia :D

    ReplyDelete
  3. Bagus kalau ada standarisasi seperti ini
    Asal jangan hanya untuk pelajaran saja tetapi benar2 diaplikasikan
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  4. salah satunya, promosi lewat blog ya mba.. jadi abis jalan2 ke mana, ditulis di blog, trus sebar2 link.. apalagi Indonesia itu indahnya luar biasaa!

    ReplyDelete
  5. indonesia punya banyak tempat yang bisa dijadikan tempat berwisata :)

    semoga kedepannya pariwisata indonesia semakin baik, amin..

    ReplyDelete
  6. We need to have better strategies. Sedih rasanya dengan alam yang begitu indah dan potensial seperti Indonesia namun kita belum sukses menjari lebih banyak wisatawan

    ReplyDelete
  7. blogger juga perannya penting nich, untuk mempromosikan tempat wisata

    ReplyDelete
  8. Blogger masuk mana dong? Community kali ya?

    ReplyDelete
  9. Saya tertarik dengan tulisan anda,
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pariwisata yang bisa anda kunjungi di Informasi Pariwisata

    ReplyDelete