Breast Cancer Experts Network (BCEN), Jejaring Edukasi Digital Untuk Ahli Onkologi

Stay Positive...yakin bahwa kanker bisa sembuh. Never forget, cancer can happen to anyone, any women ~ Indah Nuria Savitri~

Kalimat ini saya dapatkan dari Mbak Indah Nuria, seorang blogger sekaligus survivor kanker yang sering sharing mengenai breast cancer di media sosial. Beliau ini lau kanker teman-teman bisa sembuh dan ditangani asalkan terdeteksi sejak dini. 

breast cancer expert network



Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian terbesar di dunia termasuk Indonesia setelah penyakit jantung. Kanker payudara dapat dideteksi sejak dini dengan cara SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Jika merasakan ada hal perubahan pada payudara misalnya benjolan.

Tentang Kanker Payudara


Munculnya kanker payudara disebabkan karena adanya sel-sel yang tumbuh secara tidak normal di dalam payudara. Ternyata kanker payudara ini bisa disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup.

Ada salah satu kenalan saya, ibunya menderita kanker payudara, ternyata sebelumnya neneknya pun didiagnosa kanker yang sama dan keduanya meninggal dunia. Teman saya ini pun sebagai keturunannya harus menjaganya supaya bisa mendeteksi sejak dini.

Di Indonesia penderita kanker payudara yang menyebabkan kematian jumlahnay menempati posisi kedua. Hal tersebut disebabkan karena mereka terlambat ditangani oleh dokter, dan saat didiagnosa sudah berada di stadium lanjut.

Kurangnya Jumlah Dokter Onkologi di Indonesia


Seperti yang dikatakan mbak Indah Nuria di atas, dan dokter onkologi bahwa kanker payudara bisa dicegah dan disembuhkan asalkan kita tidak terlambat mengetahuinya.

Ketika sudah melakukan SADARI, lalu ada perubahan seperti benjolan sebaiknya segera ke dokter agar bisa dilakukan penanganan yang tepat.




Sewaktu menghadiri webinar yang diselenggarakan oleh PT Roche Indonesia dengan tema kanker payudara saya baru tahu kalau jumlah dokter spesialis Onkologi di Indonesia jumlahnya ada 217 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya dokter spesialis Onkologi ini paling banyak hanya di kota besar yang ada di Pulau Jawa. 

Untuk di daerah dan luar Pulau Jawa jumlahnya masih sangat sedikit. Ini pun yang menjadi salah satu penyebab penderita kanker payudara terlambat dideteksi, karena harus pergi ke rumah sakit di kota besar untuk menemui dokter Onkologi.

Sebagian besar pasien yang terdeteksi kanker pun saat sudah mempunyai keluhan yang berat, mereka baru pergi ke fasilitas kesehatan terdekat dan akibatnya diagnosis yang ditentukan oleh dokterpun sudan stadium lanjut atau stadium 3. 

Bukan tidak mungkin masih banyak penderita kanker payudara di kota lainnya yang belum terdeteksi saat ini karena kurang edukasi dan minimnya jumlah dokter spesialis Onkologi sehingga mereka tidak mendapatkan pengobatan yang optimal dan menyebabkan kematian. Kurangnya jumlah dokter spesialis Onkologi ini juga berdampak pada dokter tersebut karena mereka tidak bisa saling update ilmu dan penanganan pasien kanker payudara.


Launching Breast Cancer Expert Network (BCEN).


Pada webinar tersebut dihadiri pula oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha, SE, MA, Ph.D (Sekjen Kemenkes RI), dan nara sumber lainnya yang berbagi tentang kanker payudara juga dimoderatori oleh Aviani Malik seorang News Anchor.

dokter onkologi



Untuk memfasilitasi para spesialis Onkologi ini PT ROche Indonesia meluncurkan jejaring digital bernama  Breast Cancer Experts Network yang dapat diakses pada aplikasi Docquity.

BCEN ini merupakan sebuah jejaring edukasi digital yang komprehensif pertama di Indonesia dan Asia Tenggara bagi dokter spesialis Onkologi.

Pada aplikasi ini dokter ahli Onkologi bisa berbagai pengalaman terhadap sesama ahli lainnya. Dengan demikian dokter lain pun dapat memanfaatkannya untuk pencegahan, bahkan treatment terbaik yang harus dilakukan dalam menangani pasien kanker payudara di daerahnya masing-masing.

Manfaat Teknologi Digital Kesehatan



Dengan diluncurkan aplikasi digital BCEN diharapkan juga kedepannya dapat memperluas layanan telemedicine di Indonesia. Selain itu nantinya aplikasi rekam medis juga bisa berupa data elektronik agar mudah diakses. Dan yang terakhir adalah menyiapkan regulasi tentang digitalisasi layanan kesehatan.

Sudah saatnya Indonesia juga berkembang di dunia digital termasuk di dunia kesehatan apalagi negara kita berupa negara kepulauan yang agar sulit untuk menempatkan para ahli di pelosok negeri terutama di Indonesia bagian Timur. Aplikasi digital juga dapat meningkatkan kapasitas para dokter itu sendiri.


Aplikasi Khusus Ahli Onkologi


Oh ya untuk bisa memanfaatkan aplikasi BCEN bukan cumam ahli onkologi saja kok, tapi juga bedah onkologi, dokter radiasi, dan  dokter lain yang menangani penyakit kanker payudara.

Nah, untuk mendaftarnya gratis cukup mendownload aplikasi BCEN lewat Google Playstore asalkan memenuhi persyaratan di atas.



Kesimpulan

Para ahli onkologi dapat bertukar informasi dan treatment pengobatan melalui aplikasi BCEN agar dapat menangani pasien kanker payudara. Sedangkan dari kita sendiri juga diperlukan deteksi dini dengan SADARI dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) Dokter ahli pada webinar juga menyebutkan kalau perempuan usia 40 tahun keatas juga sebisa mungkin rutin melakukan pemeriksaan payudara ke dokter agar bisa dilakukan pencegahan.

Post a Comment

0 Comments