"Ih ngapain sih foto di jembatan kaya gitu?" Ini pendapat orang yang sedang melintas di atas Jembatan Ampera.


Coba deh kalian bertukar tempat! Cobain berjalan kaki di atas jembatan melewati ikon kota Palembang ini. Sewaktu mengikuti Palembang Food Tours beberapa waktu lalu, saya sempat heran ketika salah satu peserta asal kota itu juga antusias untuk berfoto di sana. Saya pikir sebagai orang asli sana pastinya sudah sering berfoto di jembatan tersebut.


Eiits jangan salah, teman saya itu ternyata baru pertama kali lho berfoto di Jembatan Ampera. Dia ini salah satu dari sekian orang yang berpendapat "Ngapain sih foto di situ?" Tapi setelah dibalik ternyata menarik juga untuk berfoto di sana. Jadi sebelum berkomentar sebaiknya memahami terlebih dahulu sudut pandang orang lain.

Sejarah Jembatan Ampera

Ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya, tepatnya di Palembang ibukota provinsi Sumatera Selatan.

Jembatan Ampera (Amanat penderitaan rakyat) ini merupakan ikon Kota Palembang yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir dan dipisahkan oleh Sungai Musi.

Dulunya jembatan ini bisa diangkat naik jika ada kapal lewat, maksudnya supaya tiang kapal yang sedang lewat di bawahnya tidak tersangkut di jembatan, macam London Bridge gitu di London, Inggris :) Tapi sejak tahun 1970 jembatan ini tidak difungsikan lagi untuk jalur lalu lintas kapal yang lewat karena menggangu arus lalu lintas kendaraan yang sedang lewat di atasnya.

Menyusuri Jembatan Ampera di siang hari

Letak Jembatan Ampera ini gak jauh jaraknya dari Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) yaitu tugu peringatan untuk mengenang peristiwa bersejarah di sana. Tidak jauh dari sini kami bisa menemui Masjid Agung Palembang yang juga dikenal sebagai Titik Nol Kota Palembang. Sayangnya gak ada monumen atau bangunan khusus yang menunjukkannya, hanya sebuah lambang nol saja.

Di sekitarnyanya juga  banyak pasar tempat warga melakukan perdagangan. Di pinggir-pinggir sungai Musi juga tampak banyak perahu nelayan dan perahu jualan layaknya pasar apung.


Uniknya di bawah Jembatan Ampera ini terbagi menjadi dua bagian daerah yaitu Ulu dan Ilir yang pastinya punya peraturan yang berbeda. Buat teman-teman yang lewat di jembatan ini jangan lupa untuk berfoto buat kenang-kenangan. Dibilang norak juga gak apa-apa ya, harus bangga dengan daerah dan tempat wisata dalam negeri.

Di atas jembatan juga disediakan kursi-kursi, jadi kalau lelah berjalan bisa istirahat di sana sambil melihat kesibukan dan aktivitas warga di bawah jembatan. 

Kalau lapar? tenang aja di sekitar Jembatan Ampera juga banyak tempat makan seperti Kampung Kapitan Seafood Restaurant, Riverside Restauran, pokoknya banyak deh.


Menikmati senja di Jembatan Ampera



Saya pun penasaran ingin melihat Jembatan di sore hari menjelang malam. Dari atas jembatan atau perahu kita bisa menikmati sunset yang indah lho.

Langit biru pun perlahan-lahan mulai berganti menjadi semburat senja merah, lalu berubah menjadi malam hitam yang gelap. Untungnya cahaya lampu-lampu dai Jembatan Ampera membuat malam menjadi terang kembali.



Oh ya di bawah Jembatan Ampera ini banyak penjual makanan kaya di pasar malam gitu, tepatnya di Benteng Kuto Besak.        

Karena sudah lelah berjalan seharian, saya dan suamipun memutuskan untuk kembali ke hotel saja, karena esok hari masih bisa explore ke sini lagi. Kami pun memesan taksi online dari Monpera supaya menentukan titik penjemputan lebih mudah.

Sebelum tiba kami sempat bingung mencari hotel di Palembang  maklum lah ini pertama kalinya berkunjung ke Palembang. Saya Malah hampir booking hotel di lokasi yang jauh dari kota. Untunglah punya teman blogger asal Palembang jadilah bisa tanya-tanya dulu.

Akhirnya saya memilih menginap di Batiqa Hotel yang berada di Jl. Kapten A. Rivai N melalui aplikasi Pegipegi . Letaknya strategis, banyak tempat makan, dan yang terpenting dekat dengan dua tempat beli oleh-oleh pempek hihihi.

Melalui Pegipegi banyak pilihan hotel yang bisa  dipilih mulai dari hotel murah di Palembang sampai hotel bintang 5 di Palembang. Lebih praktis booking lewat aplikasi yang bisa diunduh dari smartphone.