"De, jangan terlalu keras ngeluarin ingus nanti bahaya bisa kena sinusitis lho!" Larangan seperti ini beberapa kali saya sampaikan sama anak-anak saat kena flu atau pilek. 

Flu dan pilek merupakan 2 penyakit yang berbeda, tapi keduanya bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit sinusitis, apalagi jika daya tahan tubuh sedang melemah. Mungkin teman-teman bingung ya apa sih perbedaannya? Tenang aja saya juga awalnya gak tahu kok, tapi sejak sering googling situs kesehatan terpercaya jadi makin tahu informasi yang benar. Kadang-kadang juga tanya sama teman yang berprofesi sebagai dokter. 




Perbedaan pilek, flu, dan sinusitis



Pilek merupakan gangguan pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus rhinovirus. Virus tersebut bisa muncul kapan saja tapi paling sering di musim hujan. Salah satu cirinya ada saat seseorang mengalami bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk berdahak, atau sakit tenggorokan. Sedangkan flu atau influenza adalah infeksi virus influenza tipe A,B, dan C yang menyerang pernapasan yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru dengan gejala mirip pilek hanya disertai gejala demam tinggi selama 3-4 hari, sakit kepala berat, batuk kering, dan merasa lelah berkepanjangan.

Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus yaitu rongga kecil berisi udara dan terletak pada struktur tulang wajah. Ketika terinfeksi, rongga terisi cairan dan bakteri sehingga membuatnya tersumbat - halodoc.com

Sebenarnya sinus ini berperan penting lho dalam menghasilkan lendir yang fungsinya untuk membersihkan atau menyaring bakteri dalam udara yang kita hirup, juga menjaga kelembapan udara yang masuk ke paru.

Penyebab sinusitis sendiri diantaranya disebabkan oleh bakteri, alergi, polusi, atau polip hidung. Sinusitis juga bisa terjadi setelah seseorang kena flu di mana adanya cairan yang keluar disebut juga ingus. Tapi, ingus yang mengental tidak selalu diartikan seseorang kena sinusitis. 

Wah saya termasuk orang yang alergi debu nih, jadi perlu waspada dengan sinusitis ya, karena  sinus hidung bisa mengalami peradangan yang mengakibatkan menumpuknya cairan dan tidak bisa keluar dari rongga sinus. Jika alergi tidak ditangani maka membuat sinus dijadikan tempat berkembangbiak mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi sinusitis. Bagi teman-teman yang punya riwayat alergi perlu menghindari faktor pencetus alergi tersebut supaya tidak menimbulkan sinusitis.


Gejala Sinusitis Yang Perlu Diketahui


Secara umum gejala pada flu dan sinusitis mirip, tapi untuk membedakannya sinusitis mungkin bisa dilihat dari beberapa tanda berikut ini:
  • Infeksi karena sinusitis gejalanya lebih dari 7 hari, lebih lama dari pilek
  • Lihat lendir yang keluar biasanya berwarna kehijauan atau kuning
  • Ada rasa nyeri pada wajah, bahkan disertai sakit kepala
  • Bau mulut
  • Kelelahan

Nah, kalau ada keluarga yang kena flu  berkepanjangan harus segera diperiksakan ke dokter ya, khawatir itu adalah gejala  sinusitis. Jika tidak diobati akan lebih berbahaya lagi apalagi kalau infeksinya menyebar ke dinding otak karena bisa mengakibatkan penyakit meningitis.

Mengatasi Sinusitis 

Ngerinya sinusitis bisa terjadi pada semua orang, tapi ternyata kondisi seperti ini bisa dicegah dan mengurangi faktor risikonya supaya tidak menimpa kita.

Cukup beristirahat

Ketika daya  tahan tubuh melemah, istirahat adalah salah satu cara untuk meredakan dan menormalkan kembali tubuh. Istirahat juga bisa mempercepat pemulihan saat daya tahan tubuh sedang melemah.

Minum air hangat dan berendam air hangat

Paling enak memang saat hidung tersumbat banyak minum air hangat karena bisa melegakan hidung. Selain minum hangat, kita juga bisa berendam di dalam air hangat, tujuannya agar menjaga kelembapan rongga sinus dan mengurangi lendir yang ada. Boleh juga mengompres wajah dengan kain yang sudah dibasahi oleh air hangat.

Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Ketika tidur usahakan posisi kepala lebih tinggi dari badan dengan cara menaruh beberapa buah bantal. Cara ini dipercaya bisa membantu memperlancar sirkulasi dan aliran lendir yang ada dalam sinus sehingga tidak membuat hidung kita mampet dan tidak bisa bernapas.

Jangan lupa minum yang banyak

Kebutuhan cairan dalam tubuh ketika mengalami sinusitis perlu diperbanyak. Minum air mineral dan jus bisa membantu mengencerkan lendir. Ternyata mengonsumsi minuman berkafein seperti teh atau kopi bisa membuat tubuh menjadi dehidrasi dan mengakibatkan sinusitis makin parah.

Menggunakan obat yang diberikan dokter

Ketika sinusitis sudah sangat mengganggu aktivitas sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Salah satu obat yang biasa diberikan adalah obat tetes hidung untuk mengurangi peradangan pada bagian rongga sinus. Obat tetes juga diberikan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke tempat lain.

Siapapun tidak mau kalau terkena penyakit termasuk sinusitis. Supaya radang sinus gak kambuh lagi jangan lupa untuk rajin cuci tangan supaya kuman tidak masuk lewat mata, hidung, dan mulut. Juga penting menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dengan memenuhi konsumi sayur dan buah-buahan.

Oh ya gejala-gejala dan cara mengatasi sinusitis banyak saya baca dari Halodoc. Teman-teman kalau mau bertanya langsung dengan dokter bisa loh lewat aplikasinya nuga yang bisa didownload di Google Play atau App Store. Gak cuma bisa bertanya lewat chat tapi juga lewat video call.