Powered by Blogger.

Piala Merak 2018 Apresiasi Untuk Jurnalis Yang Mengedukasi Keluarga Dalam Pemenuhan Hak Anak

"Kita harus menyelamatkan anak-anak karena masa depan kita tergantung pada mereka nantinya. Save The women, save the children - Yohana Yembesi"


Begitulah kira-kira sambutan yang diberikan oleh Ibu Yohana Yembesi Menteri PPPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) pada malam penganugerahan Piala Perak 2018 di Rumah Maroko (7/12) lalu. Beliau juga mengatakan indikator sebuah negara maju dan berkembang ada empat yaitu memperhatikan perempuan, anak, lansia, dan disabilitasnya.



Hak seorang anak agar bisa terpenuhi harus dilakukan secara bersama-sama antara orangtua, pemerintah, lembaga masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, guru, dan lainnya. Karena jika hak anak terpenuhi dengan optimal maka dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. 

Setiap anak itu punya realitasnya sendiri, tapi ketika teknologi masuk maka realitasnya menjadi berbeda.

Dari berbagai pihak yang membantu memenuhi kebutuhan anak, peranan media juga penting dalam mempublikasikan berita agar anak-anak mempunyai kepentingan terbaiknya. Melalui media yang menyampaikan berita untuk mengedukasi keluarga sangat diperlukan sesuai dengan pasal 7 ayat (5) Undang-undang No.35 tahun 2014 untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030. 



Piala Merak 2018


Media-media yang sudah mempublikasikan berita dalam upayanya mengedukasi pemenuhan hak anak dan menjadikan kepentingan terbaik anak sebagai jantung kerja jurnalistik (the center of journalism) maka dari KPPPA memberikan Piala Merak (Media Ramah Anak) 2018.

Dipilihnya merak sebagai simbol karena memiliki sifat kepemimpinan yang merupakan simbol bagi media, berani berada di depan, berderak, dan menyuarakan pemenuhan dan pelrindungan hak anak. Warna-warni yang dimiliki merak melambangkan ekspresi dan latar belakang anak-anak Indonesia yang penuh dengan semangat dan kegembiraan. Merak merupakan burung yang indah dan menjadi sumber inspirasi. Sebagaimana media yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang nilai-nilai perlindungan dan pemenuhan hak anak.


Ada empat kategori penghargaan yang diberikan pada media yaitu :
  1. Media Menginspirasi
  2. Wartawan Menginspirasi
  3. Artikel
  4. Fotografi



Pada kategori Media Menginspirasi penghargaan diberikan pada LKBN Antara, Harian Kompas, dan Mother and Baby. Pastinya kita sudah mengenal tiga media tersebut ya. Untuk Harian Kompas setau saya ada halaman khusus untuk anak juga. Sedangkan Mother and Baby yang konsen terhadap dunia yang berhubungan dengan anak pantaslah jika diberikan penghargaan tersebut.

Dalam menentukan pemenangnya para juri sudah melakukan penilaian artikel dan foto sejak 17-27 November 2018 lalu yang mengambil tema Potret Indoensia, Kesadaran Keluarga Penuhi Hak Anak.

Dengan terpilihnya media serta wartawan yang mendapatkan Piala Merak, diharapkan tetap bisa menjaga hak anak dan menjaga kode etik jurnalistik saat memberitakan apa aja yang berkaitan dengan anak. Semoga saja media-media lainnya juga terinspirasi dan bisa ikut serta memenuhi hak para anak, karena masa depan anak ada di tangan mereka juga. 

Namun peranan media cetak juga harus diimbangi dengan media digital seperti televisi agar bisa menampilkan tontonan layak anak. Begitu pula dengan media sosial yang bisa menyebabkan anak-anak menjadi depresi karena banyak anak yang dewasa lebih awal bukan dari segi fisiknya melainkan dari media sosial.


Nah, buat teman-teman yang belum tau apa aja sih hak anak tersebut, bisa dilihat dari foto di atas ya. Yuk penuhi hak anak secara optimal supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik..

28 comments

  1. Hak-hak anak bagi saya wajib diutamakan, acara yang positif ya semoga kedepannya akan lebih banyak media yang menginspirasi para orang tua

    ReplyDelete
  2. Semoga makin banyak media yg berkontribusi untuk memenuhi hak anak. Karena masih banyak media yang menampilkan wajah anak ketika ada suatu kejadian, sebaiknya ga ditampilkan ga papa kan, cukup namanya aja yang ditampilkan atau orangtuanya aja.

    ReplyDelete
  3. Semoga penghargaan semacam ini semakin meningkatkan semangat menyebarkan hal baik.

    ReplyDelete
  4. Kalau lihat berita tentang kekerasan pada anak-anak sering merinding dan senang banget kalau hal ini jadi perhatian serius banyak pihak dan mendapat dukungan media

    ReplyDelete
  5. Sempet nyesek lho lid klo dneger anak anak nyanyi cinta cintaan coba lagu anak diblow up kaya jaman kita dulu ya

    ReplyDelete
  6. Penghargaan adalah bentuk apresiasi buat jurnalis, semoga makin banyak yang ikut aktif mengedukasi keluarga agar hak anak dapat terpenuhi.

    ReplyDelete
  7. setuju banget ada acara begini. media yang punya visi mengedukasi memang harus dikasih penghargaan. semoga yang lain juga ikut tertular dan terinspirasi.

    ReplyDelete
  8. Masa depan anak masih terbuka luas. Makanya kalau ada seorang anak kena kasus sekalipun, saya gak setuju bila pemberitaannya terlalu bebas. Namanya gak disamarkan, wajahnya juga, dll. Mereka harus bertanggung jawab atas kesalahannya, tetapi jangan sampai dimatikan masa depannya. Dan banyak juga hak serta kewajiban anak lainnya yang juga harus diketahui bersama, ya

    ReplyDelete
  9. Suka banget dengan adanya penghargaan seperti ini, para journalist bisa lebih termotivasi dalam hal pemenuhan hak anak utamanya di sosial media

    ReplyDelete
  10. Iya, betul kl berita buruk tentang anak yg jd korban misalnya ├čebaiknya tidak ditayangkan wajahnya, cukup beritanya saja. Semoga ke depannya media manapun bisa lbh arif.

    ReplyDelete
  11. aku baru tahu penghragaan MERAK ini semoga makin banyak media yang tertantang untuk terus memberikan edukasi yang baik buat anak2

    ReplyDelete
  12. Medis televisi juga harus dikasih penghargaan begini nih supaya tayangannya, termasuk iklannya, juga ramah anak ya.

    ReplyDelete
  13. Siap. Sedang berusaha memenuhi hak anak seperti yang di foto. Wah keren ya penghargaannya mba, semoga bisa terus menginspirasi yang lain untuk berbuat yang sama, bahkan lebih

    ReplyDelete
  14. keren ya penghargaan ini. Memacu para jurnalis menghasilkan tulisan berbobot. Semoga tahun depan ada kategori untuk blogger

    ReplyDelete
  15. SRA dan PKA dalam Kluster IV Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang & Kegiatan Budaya itu singkatan dari apa ya Mbak Lid?

    ReplyDelete
  16. Aku baru tahu ada penghargaan untuk media yang ramah anak. Semoga makin banyak media yang mau memperhatikan kepentingan anak-anak Indonesia

    ReplyDelete
  17. Indonesia lagi darurat tayangan layak anak yaah, film anak-anak pun tetep ada unsur kekerasan & kata2 yg ajaib. Semoga setelah ada penghargaan ini makin banyak media siar yang punya filter bagus :)

    ReplyDelete
  18. Ooo ternyata begii penjelasannya ttg piala Merak, aku sempet liat2 di IG post bbrp temen sih.
    Semoga media di Indonesia makin bijak saat mengangkat berita yang berhubungan dgn anak dan perempuan ya mbak.

    ReplyDelete
  19. Aku baru tahu dengan Piala Merak ini. Keren, makin banyak aja penghargaan untuk para insan media. Semoga ke depannya, karya dari para insan media semakin berkualitas. :)

    ReplyDelete
  20. Semoga aja ya media dan jurnalis terus mengangkat berita hal-hal yang positif mengangkat martabat dan hak anak. Dan patut di apresiasi juga nih mengenai piala merak ini.

    ReplyDelete
  21. Keren nih karya para jurnalis yang menonjolkan pemenuhan hak anak. Kadang banyak pemberitaan yang tidak memperhatikan hak anak juga ya. Perlu banget edukasi ini ke segala sektor masyarakat.

    ReplyDelete
  22. Dengan adanya Piala Merak ini, semoga makin banyak artikel yang bermanfaat untuk anak-anak. Menuju Indonesia Layak Anak, yes!

    ReplyDelete
  23. Ini ajang baru yang perlu diapresiasi.. supaya media juga semangat yaaa membantu dan memastikan pemenuhan dan perlindungan hak anak

    ReplyDelete
  24. Aku baru tahu mba, hak anak itu ternyata banyak yaa. Mudah mudahan semuanya dapat terpenuhi dengan baik

    ReplyDelete
  25. Karena anak itu orang berukuran kecil, yang juga memiliki hak yang sama dengan orang dewasa ya..
    Semoga media dan jurnalis bisa bersahabat dengan masyarakat. Mengangkat masalah yang positif tentang hak dan martabat anak.

    ReplyDelete
  26. Suka merasa bersalah akunya niih...kalau anak-anak sudah berkenalan (terlalu dalam) dengan internet-teknologi dan semacamnya.

    HUhuu~
    Tanpa perlu diajari, sebenernya mereka gak akan jadi anak yang kudet juga sii yaa...

    ReplyDelete
  27. Tontonan sekarang itu jauh bangeeet sama jaman kita kecil ya Mba Li. Dulu mah pilihannya banyak dan bagus-bagus. Sekarang kayaknya TV seringnya mengejar rating yang tinggi aja, huhuu.
    Semoga dengan acara ini media makin termotivasi untuk membuat tontonan yang ramah anak dan mendidik.

    ReplyDelete