Powered by Blogger.

Mengenal Sosok Inspirator Onggy Hianata

Percuma berjuang dan kerja keras kalau masih ada beban yang kasat mata yang belum dibuang - Onggy Hianata

Kalimat itu saya dapatkan dari Bapak Onggy Hianata sewaktu menghadiri Blogger Gahtering yang bertema "Value your Live" pada hari Rabu, 14 Maret 2018 di Ev Hive, Jakarta.

Lalu bagaimana cara membuang beban tersebut agar bisa menjalani hidup lebih ringan? Dibutuhkan usaha untuk dapat membuang semua beban yang tidak diperlukan seperti dendam, sakit hati dan lainnya.  Bapak Onggy dan tim akan membantunya mellaui Bootcamp.




Mengenal Sosok Onggy Hianata


Jujur saja awalnya saya juga kurang mengenal sosok beliau. Sebelum datang ke acara tersebut sata sudah mencari tahu dulu informasi ini. Ternyata Bapak Onggy ini sudah cukup terkenal ke luar negeri. Lho, ke mana saja saya selama ini. 

Tidak ada kata terlambat untuk mengenalnya, beruntung sekali saya punya kesempatan untuk datang dalam acara blogger gathering sore itu, sehingga saya bisa mengenal lebih dekat lagi sosok Onggy Hianata seorang Inspirator.

Oh ya, Bapak Onggy tidak mau disebut sebagai motivator, beliau lebih suka disebut dengan inspirator. Menurutnya kalau motivasi itu tidak akan bertahan lama, paling lama 2 minggu sudah hilang. Sedangkan dengan menginspirasi orang lain kemungkinan tertanamnya akan lebih lama.

Onggy Hianata lahir dari orang tua berketurunan Tionghoa di Tarakan, Kalimantan yang berasal dari kelurga kurang mampu. Apalagi dengan keluarga yang besar, kerepotan untuk menghidupi kesembilan anaknya. Namun, sejak kecil Onggy selalu diajarkan untuk bertahan hidup dan bekerja keras serta membantu orangtuanya agar bisa bertahan hidup.

Ketika dewasa Onggy pun melanjutkan kehidupannya dengan merantau ke Surabaya. Sambil kuliah, beliau bekerja untuk membiayai dirinya sendiri, karena orangtuanya tentu saja tidak mampu mengirimkan uang untuk biaya hidupnya. Meskipun usahanya selalu jatuh dan bangkrut, Onggy tidak pernah putus asa dan terus berjuang.

Onggy juga sering mengikuti seminar dan mengisi dirinya dengan hal-hal yang positif. Walaupun sering jatuh dalam berusaha tetapi mentalnya tidak pernah jatuh.

Awal tahun 2000 adalah masanya Pak Onggy payback, dimana dia bisa bertahan dan kuat karena sering membaca buku, mengikuti seminar dan memagari dirinya agar tidak terpuruk. Dari sini beliau membuat program Value Your Live.

Onggy Hianata lahir dari orang tua berketurunan Tionghoa di Tarakan, Kalimantan yang berasal dari kelurga kurang mampu. Apalagi dengan keluarga yang besar, kerepotan untuk menghidupi kesembilan anaknya. Namun, sejak kecil Onggy selalu diajarkan untuk bertahan hidup dan bekerja keras serta membantu orangtuanya agar bisa bertahan hidup.

Ketika dewasa Onggy pun melanjutkan kehidupannya dengan merantau ke Surabaya. Sambil kuliag, beliau bekerja untuk membiayai dirinya sendiri, karena orangtuanya tentu saja tidak mampu mengirimkan uang untuk biaya hidupnya. Meskipun usahanya selalu jatuh dan bangkrut, Onggy tidak pernah putus asa dan terus berjuang.

Onggy juga sering mengikuti seminar dan mengisi dirinya dengan hal-hal yang positif. Walaupun sering jatuh dalam berusaha tetapi mentalnya tidak pernah jatuh.


Apa Sih Value Your Life - A Life Changing Bootcamp



Kesuksesan Pah Onggy Hianata saat ini, tidak disimpan sendiri saja. Beliau ingin menginspirasi orang lain dengan tidak mudah menyerah dari persoalan hidup. Akhirnya berdirilah EDUNET GLOBAL untuk berpartisipasi dalam proses pemberdayaan dan pengembangan potensi diri manusia khususnya melalui berbagai program pembinaan mental dan pola pikir

Setiap manusia selalu memiliki sisi dan potensi terbaik dalam dirinya. Hanya saja sering tidak menyadari akan hal tersebut. Dengan sadar maka akan memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan karakter, pola pikir, dan potensi yang ada di dalam diri yang akan  berpengaruh bagi kualitas hidup dan eksistensi diri.

Bootcamp berdiri pada tanggal 14 Februai 2003 yang dirancang untuk siapapun yang ingin mengikutiya termasuk kaum difabel.

Kalau diperhatikan tidak pernah ada iklan mengenai bootcamp ini ya, tapi kok bisa terkenal sampai ke luar negeri, bahkan di negara yang tidak kenal sekali pun. Karena bootcamp tersebar dari mulut ke mulut.

Bootcamp diadakan di Puncak selama 3 hari, uniknya meskipun peserta dari mancanegara banyak yang ikut tetapi materi yang dibawakan adalah bahasa Indonesia. Orang asing yang mengikutinya akan ditranslate ke dalam bahasa mereka masing-masing.


Testimoni Peserta Bootcamp


Pada acara tersebut hadir pula alumni bootcamp yang akan menyampaikan testimoninya. Benar sekali kalau bootcamp ini dikenal dari mulut ke mulut. Awalnya mereka diajak oleh temannay untuk mengikuti bootcamp, dan hampir semua pesimis dengan hasilnya. Karena sebagaimana seminar motivasi lainnya yang tidak bisa membantu banyak. Tetapi karena pensaran, mereka pun mengikuti bootcamp, dan hasilnya di luar dugaan. Mereka merasakan ketenangan dan bisa terbuka serta menghadapi kehidupan lebih ringan karena tidak ada beban dan penyakit hati lainnya yang masih tertinggal.

Dra.  Ary Hellya Kurniati, Apt dan Ir. Sudarmono Djoko Nugroho contohnya, yang mengikuti bootcamp lebih asal sang istri yang kemudian diikuti suaminya. Menurut ibu Ary setelah mengikuti bootcamp, dia seperti menjadi manusia baru kembali. Yang awalnya hubungan dengan keluarga dan anak kurang baik, karena dia terlalu sombong dan egois akhirnya bisa menyelamatkan keluarganya.

Memang kebanyakan orang tidak akan sadar atau mengakui kesombongan, egois, atau kesalahannya karena ada di dalam dirinya. Tapi mellaui bootcamp serasa tersadarkan dan bisa membentuk dan memperbaikinya kembali.

Akibat kesombongan wanita juga di alami oleh pasangan Dr. Erry Gautama dan Dr.dr. Anggraini Dwi S., Sp.Rad.(K). Sang istri yang merasa sudah bisa memperoleh penghasilan sendiri dan merasa sukses jadi lupa dengan keluarga.

Berbeda lagi dengan testimonial dari Yulianto SE, dia pernah berniat ingin bunuh diri karena kehidupannya yang pas-pasan. Namun, hal itu tidak terjadi karena ingat wajah ibunya yang sudah berjuang sejak kecil menghidupinya sejak ayahnya ditinggalkan.

Yulianto yang benci dengan ayahnya, sejak mengikuti bootcamp sudah bisa memaafkannya. Karena menurutnya dia tidak tahu apa yang ada di pikiran ayahnya saan meninggalkan dia dan ibunya dulu.

Nasib bisa diubah tergantung dari pikiran kita - Yulianto


Film Terbang Menembus Langit


Kisah inspiratif dari Pak Onggy ini sebentar lagi bisa disaksikan di film Terbang Menembus Langit yang disutrdarai oleh Fajar Nugros yang jga berperan sebagai penulis skenario. Film ini diperankan oleh Dion Wiyoko sebagai bapak Onggy Hianata. Wah siap-siap nih cewe-cewe lihat Dion :)



Mengisnpirasi sekali ya perjalanan hidup Bapak Onggy Hianata, saya jadi pensaran ingin ikut bootcampnya juga nih. 



No comments