Taman Pelangi Tempat Anak Belajar Memahami Perbuatan Terpuji

Awas lho nanti ada hantu! Kalimat seperti ini tidak pernah saya ucapkan pada anak-anak untuk menakutinya. Alasannya sih sederhana saja, agar mereka tidak menjadi anak yang penakut.  Buktinya mereka sudah dari kecil berani tidur sendiri, bahkan dengan lampu redup atau padam. Untuk pergi ke kamar mandi di malam hari pun, mereka berani melakukannya sendiri tanpa harus didampingi.

Kendala datang dari lingkungan luar rumah. Ketika teman-teman atau keluarga bercerita tentang hantu atau setan. Hal seperti ini memang tidak bisa dicegah, namanya juga berteman dan bersosialisasi, tentunya mereka punya pola pengasuhan yang berbeda.



Biasanya saya akan memberitahukan bahwa hal-hal yang mereka takutkan itu hanyalah cerita belaka atau fiksi pada sebuah film maupun cerita dalam buku. Saya juga menghindari membeli buku anak yang berisi tentang hantu-hantu. Justru saya mencari buku yang menceritakan bahwa mereka tidak perlu takut terhadap apapun.  Ketakutan justru bisa membahayakan kita, sebaiknya dilihat dan diteliti dulu jika ada hal-hal menakutkan dan mencurigakan, untuk anak-anak tentunya dengan pendampingan orangtuanya.

Rumah Tak Berpenghuni

Belum lama ini saya membaca buku Taman Pelangi yang berisi kumpulan cerita inspiratif dan dapat dijadikan pembelajaran bagi orangtua dan anak-anak.  Di salah satu judul cerita saya menemukan judul Rumah Tak Berpenghuni.



Pada judul tersebut menceritakan tentang sebuah rumah yang tak berpenghuni dan banyak sampah di halamannya.  Beberapa orang yang mengatakan rumah itu berhantu, buktinya ada suara orang yang menyapu pada malam hari.

Namun, Miko salah satu tokoh pada cerita tersebut berpendapat bahwa hantu itu tidak ada. Dia bisa mengatakan demikian karena ayahnya yang meyakinkannya. Untuk membuktikannya kalau rumah tersebut tidak berhantu, Darrren dan Miko pun mencari tahu.

Ternyata rasa penasaran mereka terbukti, dan benar rumah itu tidak berhantu. Selama ini yang mereka lihat hantu sedang menyapu adalah seorang nenek yang sedang membersihkan halamannya karena dipenuhi oleh sampah. Tetangga di situ membuang sampah sembarangan karena rumah tersebut kosong. Darren dan Miko pun membantu Nenek untuk membersihkan rumahnya.

Dari cerita tersebut, kita sebagai orang tua dapat menjelaskan pada anak-anak tentang ketakutan mereka akan hantu harus dibuktikan terlebih dahulu. Buat saya mengajarkan segala hal pada anak lebih mudah jika lewat buku, apalagi mereka menyukai buku juga.

Tentang Taman Pelangi

Masih banyak lagi 24 cerita pendek lainnya yang menginspirasi pada buku Taman Pelangi ini yang bisa dibaca orangtua maupun anak-anak.



Judul Buku : Taman Pelangi
Pengarang : Laras Ayu
Penerbit :  PT Elex Media Komputindo. - Kompas Gramedia
Jumlah Halaman : 107
Harga Buku : Rp82,000

Cerita-cerita yang ada pada buku Taman Pelangi  ini berisi bagaimana cara mengajak anak-anak untuk belajar menerapkan perbuatan terpuji yang harus dilakukan seperti menyayangi sesama, berbuat baik, menolong teman, dan menjaga lingkungan.

Setelah saya dan anak-anak membaca buku Taman Pelangi, beberapa cerita bisa langsung diterapkan. Seperti pada cerita berjudul Dilarang Menimbun Barang, saya mengajak Pascal dan Alvin memisahkan barang-barang ylama yang sudah tidak digunakan lagi khususnya mainan lama yang masih digunakan. Sisanya diletakkan pada dus untuk diberikan pada mereka yang membutuhkan.

Alvin biasanya hanya mau membaca buku yang dilengkapi gambar berwarna saja, gara-gara buku ini dia sudah mulai menyukai buku bacaan lain yang minim gambar. Buku Taman Pelangi ini sebenarnya juga masih dilengkapi gambar berwarna sehingga anak-anak tidak bosan saat membacanya dan tidak merasa sedang digurui. Ceritanya mengalir dan mudah dimengerti oleh anak-anak.


Comments

  1. Woh bukunya keren nih buat membangun karakter anak ya mbak..

    ReplyDelete
  2. Rumah tak berpenghuni ini salah satu juduk yg paling disuka sm Daffa' lho :D

    ReplyDelete
  3. harga buku cerita anak memang segituan ya? tapi buku ini emang bagus banget buat anak2. setara lah dengan harga.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts