Navigation Menu

Jelajah Gizi Bali - Menikmati Kuliner di Nusa Lembongan dan Kuta

Setelah perjalanan hari pertama Jelajah Gizi Bali kami melanjutkan perjalanan jelajah gizi di hari ke-2 dan 3 yaitu menuju Nusa Lembongan dan Kuta. Dari Ubud kami naik bis bersama rombongan menuju ke Nusa Lembongan. Pulau kecil di dekat Nusa Ceningan dan Nusa Penida yang terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali,

Bali Hai Cruisees



Jl. Wahana Tirta No.1
Denpasar Sel.
Kota Denpasar
Bali 80224, Indonesia

Kami naik Boat menuju Nusa Lembongan kira-kira 1,5 jam lama perjalanan. Kapal yang terdiri dari tiga lantai ini membawa penumpang domestik dan mancanegara. Saya dan teman-teman duduk di Dek kapal paling atas jadi bisa menikmati keindahan lautan serta semilir angin.


Di Bali Hai kami melakukan berbagai aktivitas tim yang sudah dibagi sebelunya di Bali Pulina. Saat melakukan aktivitas ini kami jadi lebih kenal dan dekat satu sama lain karena dibutuhkan kekompakan tim untuk bekerja sama. Serunya memasukkan air kedalam plastik panjang yang ditampung pada wadah, siapa yang bisa mengisi wadah dengan penuh lebih dahulu merekalah juaranya. Selain itu kami juga berlomba memasang puzzle dan lainnya.

Di siini Chef Muto juga memberikan demo memasak lagi. Kali ini yang dimasak oleh Chef Muto adalah Plecing Kangkung, Es Campur, Pisang Rai dan Ikan Bakar Bumbu Bali.

Plecing Kangkung

Saya jadi tahu cara memasak plecing kangkung, ternyata tidak perlu dimasak bersama bumbu ya. Cukup irisan bumbu yang dicampur dengan minyak , lalu masukkan kangkung yang sudah diceburkan kedalam air mendidih sebentar saja. Untuk mendapatkan warna kangkung yang bagus, setelah diangkat dari air panas masukkan ke air es. Lebih sehat kangkungnya karena tidak dimasak, jika punya keluhan asam urat kangkung bisa diganti dengan ubi jalar.


Es Campur

Sama cara penyajiannya dengan Es Kuwud yang sudah sayatulis pada postingan Jelajah Gizi Bali hari ke-1. Di sini bedanya menggunakan cincau, dan buah-buahan lainnya. Hmmm segar sekali apalagi cuaca di Nusa Lembongan sedang panas-panasnya/


Pisang Rai

Kalau di Paon Bali kami menikmati Pisang Rai yang disajikan dengan digoreng dan dikukus. Di Nusa Lembongan kami diajarkan cara membuat pisang rai dengan cara memasak di rebus. Pisang yang digunakan bisa pisang kepok, tapi saat itu Chef Muto menggunakan pisang ambon. Pisang yang sudah dipotong dicelupkan pada adonan tepung terigu dan tepung beras. Kemudian di rebus hingga mengambang tanda pisang sudah matang. Pisang rai bisa dinikmati dengan taburan kelapa muda dan gula merah yang sudah dicairkan. Lebih sehat disajikan dengan direbus daripada di goreng.


Ikan Bakar Bumbu Bali

Ikan yang dibakar pada penggorengan dengan menggunakan bumbu Bali yang khas.


Lomba Memasak

Setiap tim diharuskan melakukan kegiatan lomba memasak dengan bahan yang sudah dipilih sendiri. Kelompok 4 memilih ikan untuk di masak. Ikan kami bakar dengan menggunakan bumbu yang udah disiapkan, walaupun tidak ada bawang merah dan putih tetap kami masak. Di tabah dengan sambal rasanya enak pastinya.



Aktivitas di Pulau

Setelah makan siang kami boleh memilih salah satu aktivitas yang sudah disiapkan. Tidak bisa mengikuti semua aktivitas karena waktu yang terbatas. Saya memilih Village tour dan Semi Submarine.

Kami naik kendaraan khusus untuk mengunjungi desa penghasil rumput laut. Nusa lembomgan dihuni oleh 5 rb jiwa penduduknya. Mereka membudidayakan rumput laut yang penjualannya sudah bisa di ekspor sampai ke Jepang dan China. Rumput laut yang sudah dijemur lalu dikeringkan selama 2-3 hari biasa di jual 4 ribu rupiah per kilo.

Setelah berkeliling di perkampungan Nusa Lembongan kami pun melakukan aktvitas Semi Sub Marine. Seru saya bisa melihat ikan di dalam laut dari dalam submarine. Tidak hanya ikan ada juga karang-karang yang indah. Karena lautnya terjaga maka warnanya pun bening sehingga bisa dilihat dari jendela submarine. Oh ya untuk pengunjung Nusa Lembongan tidak diperbolehkan menggunakan sabun maupun shampoo saat mandi untuk mempertahankan kelestarian alam sekitar.


KUTA

Hari sudah sore, sudah saatnya kami kembali menyebrang menggunakan kapal Bali Hai. Sore yang melelahkan setelah seharian beraktivitas fisik di pulau, kebanyakan penumpang memilih tidur dalam perjalanan pulang. Kami pun menju ke Discovery Kartika Plaza Hotel di Kuta untuk beristirahat.


Discovery Kartika Plaza Hotel ini terletak di pinggir pantai Kuta jadi viewnya bagus sekali. View kamarnya pun beragam ada yang menghadap ke taman, pantai, maupun kolam renang. Fasilitasnya lengkap sekali untuk keluarga. Ada restoran di tengah kolam renang, area playground, tempat pijat dan lainnya.

Malamnya kami menikmati santap malam di taman dekat pantai sambil mendengarkan live musik. Di umumkan pula pemenang aktivitas yang sudah kami lalui. Allhamdulillah kelompok saya dapat juara dua. Selain live musik ada pula pertunjukan fire dance, ini agak-agak mengerikan penarinya menari sambil membawa api. Bahkan ada penari wanita yang bermain hula hoop yang ada apinya.

Acara hiburan pun selesai, selanjutnya acara bebas. Beberapa peserta memilih jalan-jalan di Kuta hingga larut malam, ada pula yang beristirahat di kamar termasuk saya.

Tiba waktunya Jelajah Gizi Bali di hari ketiga, kali ini kami akan melakukan eksplorasi Kuta. Paginya kami santai-santai di hotel. Ada yang renang, olah raga dan sarapan di restorantnya. Sekitar jam 9.30 WITA kami sudah check out dari hotel menuju ke pusat perbelanjaan Krisna yang terbesar di Bali. Kami diberikan waktu sekitar 1,5 jam untuk berbelanja di Krisna. Saking besarnya dan banyak barang yang dijual saya sampai bingung. Yang saya beli ya standar aja sih oleh-oleh untuk anak-anak plus makanan.



Dari Krisna kami menuju ke Warung Bloem's di jalan Toyaning, South Kuta. Kami disambut oleh pemilik warung Henry Bloem, Ketua Asosiasi Chef Indonesia. Warung yang nyaman dan makanan yang disajikan hmmmm enak semua, saya sampai gak nyangka bisa menghabiskan nasi gurihnya.


Sajian makan siang kami hari itu adalah nasi gurih,  Be Siap Pecel, Gurita Kesune Cekuh, Be Sapi Sere Tabia, Be Pindang Bongkot, Plecing Kangkung, Jukut Meurap,  dan Es Kacang Barak. Yanng paling tidak bisa saya lupakan adalah nasi gurih dan pindang bokot yang diberi kecombrang.


Chef Henry juga memberikan tips-tips memasak diantaranya masak nasi gurih dan merebus kacang merah dengan cepat. Kami juga mencicipi 2 scoop gelato dengan 2 rasa pilihan masing-masing. Saya memilih cokelat dan green tea. Rasanya enak dan gak bikin pusing atau batuk. 


Baca juga Tulisan Jelajah Gizi Bali - Menggali Potensi Gizi di Bali Pulina, Desa Wisata Penglipuran, dan Paon Bali.



Artikel ini untuk Lomba Blog Pasca Jelajah Gizi Bali

7 comments:

  1. Plecingbkankung itu beneran daun kangkungkah mb lid

    ReplyDelete
  2. Sayaaaang nggak sempat main air. Hih, sayaaang banget.

    ReplyDelete
  3. Mba Lidya keren, ^^
    Koo rumput laut murah ya? Giliran udah jadi snack mahal banget :(

    ReplyDelete
  4. blog baru yah mbak :)
    wah enak banget wisata kuliner

    ReplyDelete
  5. buset wareg aja ya jalan-jalan teh, makan mulu :D kangkung kan kalo masaknya kurang mateng susah makannya, alot/keras batang & daunnya. selama apa itu ngerebusnya ya. eh tapi saya sendiri belum pernah makan plecing kangkung, mba heuheuheuheu

    ReplyDelete
  6. baru tauuu...kalau plecing kangkung enggak dimasaaak .. selama ini taunya makan doang

    ReplyDelete