Sunday, November 26, 2017

Pahami Dulu Usia Anak Mengenal Gadget

Umur berapa anak boleh pegang gadget?
Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Ibu Lizzy saat saya menghadiri talk show - parenting session yang bertema "Gadget 101 For Kids"  di Giant CBD Bintaro pada hari Rabu, 22 November 2017 lalu.

Beragam jawaban diutarakan oleh peserta talkshow, ada yang menjawab mulai 2 tahun, 13 tahun, dan sedini mungkin. Bahkan salah seorang menjawab boleh dikenalkan dengan gadget saat anak berusia 13 tahun. Maklum lah anak-anak jaman sekarang sudah pandai juga bermedia sosial. 



Wah, saya agak sedih nih kalau anak boleh pegang gagdet saat memasuki usia 13 tahun, sedangkan anak-anak di rumah sudah mulai mengenal gadget dari kecil, tentunya dengan pengawasan dan batasan dari kami orangtuanya. Saya sudah menerapkan pada anak-anak boleh main gadget hanya di hari libur saja. Untuk urusan download game pun pasti mereka minta izin terlebih dahulu, mana game atau apalikasi yang cocok buat anak seusianya.



Untung saja Ibu Lizzy menekankan kembali pertanyaannya? Menurutnya, beliau tidak bertanya usia anak boleh bersosial media tetapi boleh pegang dan dikenalkan pada gadget? Apa jadinya kalau usia 13 tahun baru boleh pegang gadget, yang ada malah terlihat gaptek dan menjadi olok-olok temannya. Gadget boleh kok diperkenalkan pada anak sedini mungkin, tapi dengan aturan tertentu pastinya. Sebagai ibu yang melek teknologi bisa lho menggunakan gagdet untuk membacakan cerita atau mencari ide bermain bagi anak-anak. 

Memperingati Hari Anak Internasional

Wah seru ya materi yang dibawakan oleh Ibu Lizzy. Oh ya talkshow yang diselenggarakan tersebut diadakan oleh Hero Group untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November setiap tahunnya.

Kali ini pemateri yang hadir adalah Ibu Elizabeth T. Santosa, M. Psi yang biasa dipanggil dengan Lizzy. Beliau adalah seorang Psikolog juga bekerja pada Komnas Perlindungan Anak. Selain itu juga beliau penulis buku "Raising Children in Digital Era" yang berisi mengenai bagaimana sih menerapkan pola asuh yang tepat supaya ank-anak gak kecanduan bermain gadget.



Menurut Ibu Lizzy anak-anak jaman sekarang ini disebut juga anak generasi net. Anak-anak generasi Net mempunyai ciri seperti :
  • Ingin cepat sukes
  • Sera ingin kepraktisan dan cepat
  • Lebih kritis
  • Menyukai kebebasan
  • Tingkat kepercayaan dirinya tinggi
  • Butuh pengakuan
  • Aktif dalam dunia digital
Sebetulnya anak itu seperti lembaran kertas putih yang belum dibentuk atau ternoda. Peran serta orangtua lah yang bisa membentuk anak seperti apa. Kalau orangtuanya menyukai kepraktisan dan selalu memanfaatkan teknologi, maka anak-anaknya pun tidak akan jauh seperti itu. Tapi, tidak perlu khawatir anak-anak pun bisa dibentuk kembali dengan catatan orangtuanya harus konsisten

Nah, seperti pertanyaan Ibu Lizzy di atas, bahwa anak-anak juga perlu dan boleh dikenalkan dengan teknologi sedini mungkin, karena teknologi juga mempunyai manfaat yang baik bagi tumbuh kembang anak seperti :
  • perkembangan motorik
  • perkembangan fisik
  • Perkembangan neurologi
  • Perkembanga kognitif
  • Perkembangan moral
  • Perkembangan bahasa
  • Perkembangan sosial
  • Perkembangan gender dan orientasi seksual
Tentu saja agar anak dapat mengambil manfaat dari teknologi  butuh bimbingan orang tua. Untuk bersosial media sebaiknya diizinkan saat anak sudah mencapai usia 13 tahun, dan itu pun harus tetap diawasi. Saya jadi ingat artikel tentang Bill Gates yang memberikan gadget sendiri pada anak-anaknya saat usia 13 tahun. Dan beliau juga meralang menggunakan gadget saat berada di meja makan. Nah, hal-hal seperti ini lah yang harus diterapkan yaitu aturan bukannya melarang menggunakan gadget sama sekali.

Saya juga punya cerita, waktu si Pascal si sulung saya di rumah meng-uninstall Instagramnya dengan alasan umurnya belum 13 tahun sedangkan umurnya saat ini baru mau menginjak 12 tahun. Wah ternyata dia baca syarat-syarat yang ada pada Instagram. Saya berikan penjelasan, boleh saja kalau masih mau instagram cuma buat upload hasil karyanya. 

Sebenarnya bukan masalah waktu pengenalan gagdet pada anak, tapi karena aturan mainnya. Gadget boleh dikenalkan sejak dini untuk mempermudah saja. Sebagai orangtua perlu merangsang anak-anak melalui aktivitas fisik. yang paling penting adalah KESEIMBANGAN dan bukan berarti gadget menggantikan peran orangtua - Lizzy

Tips Memilih Games

Anak-anak boleh kok bermain games pada gadget asalkan disesuaikan dengan usianya dan diperlukan keterlibatan orangtua dalam bermain. Biasanya pada games akan tertera usia berapa boleh menggunakan. Tetapi sebagai orangtua harus tetap waspada, dan sebaiknya diteliti terlebih dahulu kebenaran usia yang tertera pada games tersebut. Karena kadang-kadang ada produsen games yang nakal, mereka mencantumkan usia anak-anak pada gamesnya tetapi ternyata isinya malah games untuk orang dewasa yang penuh dengan kekerasan bahkan pronografi. Tidak ada salahnya kok sebagai orangtua memainkan gamesnya terlebih dahulu sebelum memberikan mereka untuk bermain.

Untuk memudahkan orangtua memilih games yang sesuai dengan usia anak bisa dilihat dari logo di bawah ini. Jadi, untuk anak-anak di rumah saya akan memilih games atau aplikasi dengan logo huruf E, yang artinya bisa digunakan untuk semua usia di atas 6 tahun yang mengandung elemen fantasi, kekerasn fisik dan verbal secara minimal.



Aturan Bermain Gadget

Memang gadget saat ini sudah tidak bisa lagi dilarang untuk anak-anak dan orangtua karena bagaimanapun juga keberadaanya membrikan dampak positif untuk menunjang materi belajar anak-anak atau pendalaman kompetensi remaja dan kreativitasnya. Melalui tutorial di Internet yang berupa video atau gambar membuat kita lebih kreatif lagi dan bisa berkreasi.

Lalu, bagaimana jika anak-anak sudah mulai kecanduan gadget? Masih bisa kok hal ini diperbaiki. Salah satu contohnya adalah membatasi anak-anak bermain gadget khususnya di hari sekolah. Kalau saya masih mengizinkan menggunakan asalkan untuk mencari materi atau tugas sekolah. Di hari libur pun penggunaan gagdet bukan berarti sepanjang hari  ya, karena anak-anak pun memutuhkan sosialisasi dan aktivitas fisik.

Oh ya, kalau kita melarang anak bermain atau menggunakan gadget di hari sekolah, artinya sebagai orangtua harus mempunyai aktivitas pengganti agar mereka tidak bosan. Mereka awalnya pasti akan protes adanya aturan seperti itu, tapi dengan konsisten dan peran serta kita mereka akan menikmati masa-masa tanpa gagdet.

Saya juga punya pengalaman melarang anak-anak menggunakan gagdet pada saat bepergian atau menunggu. Karena mereka hanya anteng saat menggunakan gadget, saat lepas dari gadget mulai rewel karena tidak ada kegiatan. Gantinya adalah mereka membawa buku atau mainan selama perjalanan tau waktu menunggu.

Batas maksimal menggunakan gadget adalah 2 jam per hari dan dahulukan semua kewajiban

Tapi sebenarnya lama penggunaan gadget disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak, karena masing-masing mempunyai kebutuahn yang berbeda.


Giant Faunatic Drawing Competition


Oh ya selain diadakan takkshow juga bertepatan dengan pengumumanan Giant Faunatic Drawing COmpetition. Yaitu lomba menggambar untuk anak-anak usia 6-12 tahun yang diadakan di Jabodetabek pada 23 Oktiber - 2 November 2017. Dengan tema fauna anak-anak berkreasi menggambar hewan-hewan yang ada di imajinasinya. Hasil karya mereka ter-submit sekitar 313 karya dari 48 sekolah.

Hari ini kesepuluh pemenang juga diundang untuk penyerahan hadiah. Menurut Bapak Tony Mampuk (General Manager Corporate Affairs Giant) gambar-gambar pemenang nantikan akan dijadikan desain reusable bag yang dijual di Giant secara nasional. Di mana penjualan reusable bag karya anak-anak ini merupakan dukungan Giant dari Program Indonesia Bebas Sampah 2020 yang sedang digalakan oleh pemerintah.

Hadir juga Ibu Hani Sintawati (Senior Creative Director SOHO Square) sebagai salah satu juri Giant Faunatic Drawing Competition. Menurut beliau hasil karya anak-anak luar biasa, mereka dapat mengisi waktu luangnya dengan hal yang positif. Ini juga tidak terlepas dari bantuan gadget dan teknologi, sehingga mereka dapat menuangkan idenya melalui gambar ataupun hal lainnya seperti baking atau craft.



Pemenang Giant Faunatic Drawing Competitin juga berhak mendapatkan hadian sebesar Rp30.000.000 yang akan dibagikan pada 10 orang pemenang.





2 comments:

  1. Salah satu yang kulakukan biar anak-anak gak lama-lama pegang, ajak mereka ke toko buku atau olahraga. Tapi ... kadang-kadang gak berhasil juga sih kalau mereka udah mager :(

    ReplyDelete
  2. Ini baru tulisan bagus untuk orang tua dalam membimbing anak2nya..

    ReplyDelete