Saturday, August 26, 2017

Ketika Kung Fu dan Lari Bersatu Melawan Kanker

Olahraga lari selain murah, juga punya manfaat yang bagus buat tubuh. Asyiknya gak perlu alat khusus, paling tidak ada sepatu olahraga aja sih. lari juga bisa dilakukan kapan aja, di lingkungan rumah atau di taman, asal jangan juga di jalan raya ya, kecuali di event khusus yang sudah dijaga keamanannya dari kendaraan yang lewat.

Lari dapat memicu pengeluaran hormon dan enzim yang merangsang jantung dan otot bekerja lebih baik. Lari juga dapat mengurangi berat badan, baik untuk kesehatan lutut, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko jantung koroner - alodokter.



Apa jadinya kalau olahraga lari digabungkan dengan bela diri kungfu untuk melawan kanker? Ya cuma ada di "Jakarta Kung Fu Run 2017" pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 lalu yang bertempat di Ex Gold Drive Range, Senayan, Jakarta sebagai tempat start dan finish. Uniknya event yang diselenggarakan oleh Daan Mogot City (DAMOCI) dan bekerjasama dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) menggabungkan dua olahraga sekaligus, yaitu lari dan kungfu.

Sebagaimana diketahui oleh raga seni bela diri Kungfu dari China ini merupakan suatu keahlian dan keuletan yang khusus dan teruji unggul dan pada awalnya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup. Kung Fu juga mempunyai tujuan untuk kesehatan seperti halnya olah raga lari, serta dapat bermanfaat untuk pembentukan karakter dan sebagai bela diri itu sendiri.


Tujuan Kung Fu Run untuk mengajak masyarakat berolah raga lari yang dipadukan dengan konsep bela diri Kung Fu dan diimplementasikan dalam 6 rintangan (obstacle) sebagai penggambaran kerja keras dan kemampuan membela diri. Selain itu juga dapat merefleksikan keharmonisan antara gaya hidup yang berkembang saat ini dengan tidak meninggalkan pola hidup sehat - Genera; Manager Marketing Daan Mogot City, Mario Jati Parayogo.

Ini sama halnya dengan konsep DAMOCI sebagai hunian yang tepat yang menunjang masyarakat di dalammnya bisa hidup harmonis antara gaya hidup, kesibukan kerja, dan lingkungan yang sehat. DAMOCI sendiri mempunyai konsep 60% lahan sebagai ruang terbuka hijau dengan taman dan kenun di area sekitarnya. Dan menerapkan sistem lalu lintas yang aman sehingga menjadikan hunian ramah anak.



Selepas subuh peserta sudah berkumpul di lokasi untuk melakukan registasi. Para peserta mulai narsis-narsis terlebih dahulu sebelum lari di mulai. Di sana juga ada 2 maskot Kung Fu Run yang menyemarakan acara. Larinya sendiri dimulai pukul 6.30 setelah dilakukan pembukaan dan pelepasan. 



Saya, Mbak Haya, Dewi, dan Kang Ade bertugas untuk meliput jalannya acara di Pintu 7 Senayan. Awalnya sempet ngeluh juga ternyata jauh jaraknya. Gak berasa capek apalagi  pegel kok karena excited mau lihat keseruan Kung Fu Run. Tapi di akhir malah bersyukur kami ditempatkan di Pintu 7, karena bisa melihat dan melalui semua obstacle yang ada.










Melalui olah raga lari ini juga peserta ikut berpartisipasi untuk berdonasi/ Konsep dari acara ini adalah dengan mengkonversi jumlah peserta yang mengikuti Kung Fu Run sebesar Rp.20.000 dan keseleruhannya akan disumbangkan kepada YKAKI. Setelah dihitung peserta yang hadir ada 1500 orang maka donasi yang akan diberikan sebesar 30 juta rupiah. Tapi yang diserahkan pada YKASI sebesar 60 juta rupiah, karena DAMOCI menambahkan dengan jumlah yang sama.



100 peserta yang masuk ke garis finish mendapatkan medali. Oh ya semua peserta yang sudah melewati 6 obstacle masing-masing akan mendapatkan cap dari petugas. Wah senang ya yang sudah berhasil masuk ke finish. Bukan hanya sehat badan saja, tapi juga sekaligus beramal. Tidak hanya itu saja, ternyata ada pembagian doorprize dan berbagai kuis yang bisa diikuti oleh peserta.


No comments:

Post a Comment