Navigation Menu

Cara Merawat Mukena Bordir dengan Tepat

Cara Merawat Mukena Bordir dengan Tepat Setiap wanita muslimah di dunia memang diwajibkan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT tidak hanya memerintahkan wanita, tetapi seluruh umat manusia, hewan, tumbuhan, jin, setan, dan lainnya untuk beribadah kepadaNya. Untuk wanita, jika beribadah kepada Allah SWT perlu menutupi seluruh aurat tubuh yang ada. Cara praktis menutupi aurat dengan cantik dan sopannya ialah menggunakan mukena bordir.



Mukena yang mempunyai bordiran di bagian kainnya. Pasti sangat terlihat cantik dan menarik untuk dikenakan. Siapa yang tak bahagia menemui Tuhan Sang Maha Khalik yang menciptakan diri kita semua? Untuk itu sebaiknya bagi Anda perempuan muslimah di dunia. Berpenampilan menariklah sesuai ajaran syariat Islam yang ada. Namun mukena yang mempunyai bordiran, terkadang sulit untuk dirawat. Namun Anda cukup tenang saja, karena disini ada beberapa cara merawat mukena yang berbodir supaya awet, tahan lama, dan terlihat seperti baru. Simak beberapa cara perawatan dibawah ini!


  • Cara mencuci Saat mencuci mukena, usahakan untuk memisahkan mukena dengan pakaian dan busana lainnya. Jika biasanya Anda hanya mencampurkan mukena dengan pakaian lainnya di dalam mesin cuci. Sebaiknya hindari pemakaian mesin cuci untuk mukena yang berbordir. Karena mesin cuci akan membuat bahan mukena menjadi rusak, warna menjadi pudar, bordir menjadi berantakan dan tak beraturan, dan hal lain sebagainya. Lebih baik Anda mencuci mukena dengan tangan saja. Caranya cukup direndam sebentar dengan air hangat dan detergen. Setelah 10 menit, Anda bisa mengucek mukena tersebut dengan tangan. Jika terdapat beberapa noda, cukup gosok dengan lembut menggunakan sikat. Sebaiknya hindari pemakaian pemutih, karena bordiran yang ada di mukena akan luntur warnanya.
  • Cara menjemur Saat mukena telah diperas dari air cucian, dan siap untuk di jemur. Usahakan untuk membalik mukena terlebih dahulu. Sehingga bagian luar mukena berada di bagian dalam saat di jemur. Cara ini dilakukan supaya warna kain yang terkena sinar matahari tidak akan pudar dan masih sama seperti mukena baru. Ketika menjemur mukena, jangan langsung di jemur di bawah terik matahari. Karena terik matahari dapat merusak serat kain dari mukena. Dan pastinya usahakan untuk menjemur mukena hingga benar-benar kering. Ini menghindari tumbuhnya jamur di mukena bordir.
  • Cara menyetrika Agar mukena terlihat lebih rapi dan bersih. Memang sebaiknya mukena di setrika agar menjadi rapi, lembut, dan lurus. Jika Anda ingin menyetrika mukena. Sebaiknya gunakan suhu rendah pada setrikaan Anda. Jangan setrika bagian bordiran yang ada di mukena. Karena bisa saja bukan menjadi rapi dan lembut, justru membuat rusak bordiran yang ada. Untuk itu hindari bagian bordiran. Setrika saja bagian kain selain bordiran, dan dapat dipastikan bahwa hasil dari mukena akan menjadi cantik dan rapi. Ketika digunakan untuk beribadah pun pastinya akan semakin khusuk, karena mukena bersih dan harum sedang menutupi aurat Anda.
  • Cara menyimpan Sayang rasanya jika perawatan dari pencucian hingga penyetrikaan menjadi sia-sia karena menyimpan mukena di tempat yang tak semestinya. Memang sebaiknya mukena disimpan di dalam lemari dengan cara di lipat. Namun jika di lipat, terkadang merubah bentuk dan bekas lipatannya menjadi kurang indah di lihat. Sebaiknya di gantung menggunakan gantungan di lemari. Dan tak lupa untuk memberi pewangi lemari agar tidak bau apek, meskipun mukena sudah harum. Jika mukena bordir Anda berwarna putih, sebaiknya lindungi dengan plastik agar tidak kotor dan putihnya tetap terlindungi.

10 comments:

  1. Akuu ngga punya mukena bordir, tp boleh lah kusave tips ini. Buat emakku

    ReplyDelete
  2. Ih kebetulan punya mukena bordir. Nanti aku aplikasikan. Selama ini serahin ke laundry.

    ReplyDelete
  3. Ooh gitu ya mba. Paling ngeri kalau bordiran mulai ada yang mbrudul

    ReplyDelete
  4. Pantesan, mukena bordirku kusam warnanya. Makasih tipsnya ya, Mbak

    ReplyDelete
  5. manteb nih mbk, bs aku praktekin nih kalau nyuci mukena ibuk, makasih yak

    ReplyDelete
  6. Aku ngak pake mukenah lho, make nya sarung hehehe

    ReplyDelete
  7. Cara perawatannya ini tentu tidak beda dengan jilbab yang ada bordirnya ya, Mbak, atau jilbab yang halus, meski tak ada bordirnya.

    ReplyDelete
  8. Aku aplikasikan dah tutornya, mantap mbak

    ReplyDelete
  9. Iyaa. Aku juga kalau nyetrika mukena suhu-nya anget ajaa. Ngga berani panas. Tips yg okay, Kak Liaa.

    ReplyDelete
  10. Tips bermanfaat buat istriku..makasih mbak share tipsnya :)

    ReplyDelete