Navigation Menu

Kolaborasi Teknologi dan Seni di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta


Melangkahkan kaki di Terminal 3 Ultimate Bandara International Soekarno Hatta ini, saya tidak mengira kalau Indonesia punya bandara sekeren ini. Diharapkan kedepannya bandara ini menjadi salah satu icon yang dikenal oleh Indonesia maupun mancanegara.

Beruntung sekali saya bisa mengunjungi dan melihat semua fasilitas yang ada di Terminal 3 sebelum resmi dibuka untuk umum. Semoga saja ketika sudah dibuka saya bisa datang lagi untuk melakukan penerbangan melalui terminal tersebut.



Island atau check in counter
Banyak kelebihan yang ada di terminal ini dibandingkan dengan terminal lain yang sudah ada. Dari segi teknologi penumpang akan melaukan check in di island atau check in counter. Disediakan 24 Island manual dan 2 island automatic. 

Canggihnya lagi diterminal ini sudah menggunakan fasilitas bagage handling system level 5, dimana ini merupakan level paling tinggi saat ini. Kalau di Kuala Namu masih menggunakan level 4. Jadi saat penumpang datang bagasinya akan langsung dikirim ke pesawat secara otomatis. Khusus untuk bagasi yang mengandung indikator bahaya akan ada treatment khusus.

Ke sana lah bagasi milik penumpang dari Island atomatis akan dikirim ke pesawat

Menurut informasi Terminal 3 akan mulai dioperasikan pertengahan Agustus 2016 mendatang khusus untuk pesawat Garuda Indonesia penerbangan domestik terlebih dahulu. Saat ini masih menunggu hasil verifikasi dari Menhub. Di bulan Maret 2017 nanti akan mulai dioperasikan semua pesawat penerbangan Internasional.

Bangunan besar dan bagus diharapkan menjadi tempat kita bermimpi . setara bahkan lebih dengan bangsa lain. Menurut Pak Budi pembangunan Terminal 3 ini bisa mewujudkan mimpi kita semua. Luas Terminal 3 Ultimate 420ribu meter persegi menjadi salah satu terminal yang luas. 

Kearifan Lokal yang diangkat pada Terminal 3 Ultimate akan menggabungkan antara culture dan nature yang bisa mengangjat rasa percaya diri bangsa Indonesia. Dengan kolaborasi teknologi dan Seni bisa menunjukkan bahwa Indoensia juga punya teknologi yang canggih.

Akan ditampilkan karya-karya seniman Indonesia yang terkenal juga di mancanegara. Salah satunya ada karya Eko Nugroho dan seniman lainnya yang sudah mempunyai pasar Internasional. Bandara ini sudah modern tapi dengan sentugan Indonesia yang akan tetap terlihat.

Hadir pula sebagai komisaris Angkasa Pura 2 bapak Rhenald Khasali yang menyampaikan sambutannya mengenai Terminal 3 Ultimate kepada blogger.

Bersama Bapak Rhenald Khasali
Berbagai fasilitas disediakan di Terminal 3 Ultimate ini mulai dari ruang tunggu yang nyaman, playgorund anak-anak hingga taman yang asri dibagian luar terminal. Tidak hanya memfaslitiasi kedai kopi lokal tapi juga memberikan tempat pada kedai kopi khas Indonesia untuk berjualan di bandara ini. Sehingga menunjukkan estetika Indonesia di dalamnya.

gate menuju pesawat
salah satu lukisan seniman yang ada di Terminal 3 Ultimate

playground yang ada di T3 Ultimate

ruang tunggu

Ruang tunggu

Taman
Dari sebuah Terminal 3 Ultimate ini awal langkah Indonesia mengenalkan Culture dan nature ciri khas Indoenesia pada pengunjung yang ada melalui bandara ini. Melalui bandara tidak hanya sebagai tempat bepergian saja tetapi juga sekaligus mengenal budaya bangsa yang ada.

7 comments:

  1. Teknologi dan Seni, perpaduan yang mengagumnkan. Mengingatkan saya pada pelajaran Keterampilan yg sedang saya ampuh sekarang, kreativitas antara seni dan teknologi.

    ReplyDelete
  2. Nunggu banget aku kereta instegtated bandara

    ReplyDelete
  3. Penasaran pengen lihat karya-karya seni yang dipajang di sini.

    ReplyDelete
  4. Penasaran terminal 3... padahal katanya buka bulan Mei :'(

    ReplyDelete
  5. Semoga dengan dibukanya terminal 3 bandara Soetta ini akan semakin memberikan manfaat yang lebih maksimal kepada masyarakat ya mbak Lidya :)

    * Mbak Lidya pulkam ke Semarang toh Lebaran kemarin? Tahu gitu kita ketemuan ya mbak, hihihi

    ReplyDelete
  6. Pengen juga nyampek sini, tapi kapan ya...hahahaha

    ReplyDelete