Navigation Menu

Pegalaman Mendayung Kano

Sewaktu ke Pulau Bidadari beberapa waktu yang lalu kami mempunyai pengalaman menarik dan baru pertama kali dilakukan yaitu naik kano. Kano adalah sejenis perahu namun lebih kecil dan ramping biasanya ujung depan dan belakang bentuknya runcing. 

Kano umumnya bisa berisi satu, dua atau tiga orang yang mengendarai. Bagian depan kano di sebut haluan sedangkan bagian belakang kano disebut buritan. Menurut petugas yang berjaga di sana, orang yang lebih berpengalaman atau bisa sebaiknya duduk di bagian buritan atau belakang kano. Karena selain mendayung dialah yang akan mengendarai atau mengendalikan kano saat akan berbelok atau maju.

Saat akan menaiki kano sebaiknya pastikan kita memakai jaket pelampung untuk keamanan. Walaupun misalnya bisa berenang sekalipun lebih aman lagi jika menggunakannya bukan. Jaket pelampung yang digunakan juga harus sesuai dengan ukuran tubuh, jangan menggunakan jaket yang terlalu besar atau kekecilan.


Nah setelah selesai mengenakan jaket pelampung waktunya kita naik kano dan mengendarainya. Sebaiknya orang yang akan duduk di haluan terlebih dahulu yang masuk ke dalam kano. Walaupun kami belum pernah mengendarai kano tapi cukup berhasil kok dengan berbekal sedikit ilmu dari petugas di sana.

Cara memegang dayung adalah satu tangan dipegangan dayung dan satu tangan lainnya  di tengah dayung. Katanya kalau mau belok ke kanan maka dayung sebelah kiri begitu pula sebaliknya.

Awalnya sih suami saya dan si sulung yang naik kanonya, dan tentu saja yang mendayung dan mengendalikan suami saya yang duduk di buritan (bagian belakang). Karena Aa kurang kuat untuk mendayung akhirnya hanya suami saya saja yang mendayung.

Ade pun ingin merasakan naik kano, jadilah kami bergantian naik kanonya. Maklumlah kano yang kami sewa hanya satu buah untuk pemakaian selama 30 menit. Saya pun mau mencoba mendayung kano. Ternyata berat juga ya pekerjaan mendayung, dan saya pun tidak berhasil mendayung. Jadilah saya hanya ikut duduk di kano dan yang mendayung suami saya.

Hasil pengamatan saya di sana, kebanyakan mereka yang menyewa kano hanya mampu mendayung satu putaran saja, yang berarti belum 30 menit sudah selesai. Mungkin karena berat dan pegal di bagian tangan ya.

Jadi teringat dengan para atlet atau nelayan mampu mendayung berjam-jam. Yang bikin berat sih mungkin karena adanya ombak juga ya. Teryata dalam mendayung sebuah kano harus memiliki teknik mendayung yang benar, sikap duduk serta tenaga yang cukup agar kano bisa maju atau mundur


7 comments:

  1. kano moderen ya Mak.. harus yg bisa berenang tuh yang menaiki, kalo saya hiks sudah takut duluan :D

    ReplyDelete
  2. aku takut duluan...takut air ..

    ReplyDelete
  3. duh, nggak takut kecemplung itu?Eh Lia jago renang sih, kalo aku nggak bisa renang, mau naik takut duluan :)

    ReplyDelete
  4. kalo dilihat kayak mudah ya mbak,ternyata berat ya hehe

    ReplyDelete
  5. Liaaaa...aq ya pengin naik kano nih...tapi kanonya kuat nggak ya kedudukan aq hehehee.. ntar malah ngguling kanonya :D :D

    ReplyDelete
  6. Sesudah mendayung, lengannya berasa "asoy" ga, mba ? ^_^

    ReplyDelete
  7. Aku dan suami ga pernah berani ndayung gitu... ga ada yg bs renang soale hehehe

    ReplyDelete